Jumat, 22 Juni 2018


Pengakuan Tiga Anggota Dewan Berbeda-beda


Rabu, 30 Mei 2018 | 11:44:55 WIB


Anggota DPRD Provinsi Jambi Mayludin, Effendi Hatta, dan Tartiniah saat menjadi saksi di persidangan kasus suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018 dengan terdakwa Supriyono, Rabu (30/5)
Anggota DPRD Provinsi Jambi Mayludin, Effendi Hatta, dan Tartiniah saat menjadi saksi di persidangan kasus suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018 dengan terdakwa Supriyono, Rabu (30/5) / Sahrial

JAMBI -Anggota DPRD Provinsi Jambi, Effendi Hatta, diajukan sebagai saksi kasus suap uang ketok palu pengesahaan APBD 2018 untuk terdakwa Supriyono, anggota DPRD Provinsi Jambi dari Partai Amanat Nasional (PAN), Rabu (30/5) hari ini.

Effendi sempat ditanya oleh hakim terkait uang suap ketok palu 2017. Ini karena menurut keterangan Kusnindar, semuanya menerima dan hanya lima orang saja yang tidak.

Menjawab hal ini, Effendi tidak mengakuinya. "Tidak," jawabnya.

Untuk tahun 2018,  Effendi mengaku banyak tidak tahu. Ia mengaku tahu setelah adanya sidang OTT KPK ini, termasuk adanya permintaan uang ketok oleh Elhelwi.

Kemudian Mayloeddin, ditanya soal uang ketok 2018 dia mengaku menerima uang dalam kantong plastik, bahkan uang tersebut sempat ia simpan di bank Jambi.

"Karena ada OTT uangnya ditarik hanya beberapa menit dan dikembalikan," katanya.

Menurut Mayloeddin, gajinya sebesar 38 juga sudah sangat cukup. "Kalau sudah cukup kanapa mau diterima," tanya hakim.
"Ya terpaksa, sudah kebiasaan dan sudah menjadi rahasia umum," katanya.

Tartiniah, juga mengaku menerima uang ketok Rp 88 juta. Menurutnya uang itu belum sempat terpakai. "Belum sempat," katanya.
Atas kesaksian ketiga saksi ini, pihak terdakwa Supriyono tidak mengajukan keberatan.


Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments