Senin, 18 Juni 2018


Triwulan I, Inflasi Kota Jambi Tercatat 4,28 Persen


Kamis, 07 Juni 2018 | 11:13:42 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI – Triwulan I tahun 2018, Kota Jambi mengalami inflasi sebesar 4,28 persen (yoy). Angka ini, lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 2,68% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Bayu Martanto dalam release Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) Provinsi Jambi Mei 2018 menyebutkan, KEKR bisa dijadikan sarana diseminasi data dan informasi bagi stakeholders.

"Diharapkan para pelaku usaha, perbankan, dan terutama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Jambi dapat memperoleh masukan dalam merumuskan kebijakan pengembangan ekonomi daerah," ujarnya, Rabu (6/6).

Menurutnya, KEKR mencakup beberapa aspek seperti perkembangan ekonomi makro regional, keuangan pemerintah daerah, inflasi daerah, stabilitas keuangan daerah, pengembangan akses keuangan dan UMKM, penyelenggaraan sistem pembayaran dan pengelolaan uang rupiah, serta ketenagakerjaan dan kesejahteraan.

Berdasarkan assessment atas data dan informasi Triwulan I-2018, PDRB Jambi tumbuh sebesar 4,66% (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya (5,20% yoy) namun lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi di triwulan yang sama tahun sebelumnya (4,25% yoy).

Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi, inflasi Kota Jambi pada Triwulan I-2018 tercatat 4,28% (yoy) lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 2,68% (yoy).
Sebaliknya, inflasi Bungo mengalami penurunan dari 4,25% (yoy) pada Triwulan IV-2017 menjadi 3,15% (yoy) pada kuartal kedua 2018.

Eksposur perbankan pada sektor korporasi menunjukkan perbaikan dengan tumbuh 6,19% (yoy), dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,86% (yoy).

Namun, risiko kredit sedikit meningkat ditunjukkan oleh kenaikan Non Performing Loan dari 2,08% menjadi 2,14%. Di sisi lain, kredit kepada sektor rumah tangga meningkat 14,61% (yoy) dibandingkan triwulan sebelumnya 12,43% (yoy).

Dana pihak ketiga perseorangan rumah tangga tumbuh 8,57% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 10,50% (yoy). Sementara kredit UMKM tumbuh 11,33% (yoy), naik tipis dibanding triwulan sebelumnya  yang tumbuh 11,00% (yoy).


Penulis: Sharly Apriyanti
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments