Rabu, 20 Juni 2018


Cuaca Jambi Diprediksi Cerah Berawan


Sabtu, 09 Juni 2018 | 11:35:36 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI – Beberapa hari belakangan ini, cuaca di Jambi terasa sangat panas. Bahkan, sudah hampir seminggu ini tidak ada hujan turun. Sehingga udara terasa sangat dan kering.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi, Nurangesti, mengatakan, saat ini memang telah memasuki musim kemarau.

Dia mengatakan, musim kemarau di Provinsi Jambi dimulai dari bulan Mei dasarian (satuan waktu meteorologi, yang lamanya adalah sepuluh hari) ke tiga hingga bulan Juni dasarian pertama.

“Jadi untuk Provinsi Jambi musim kemarau tidak serentak di masing-masing kabupaten dan kota,” ujarnya.

Terkait suhu yang terasa sangat panas, Nurangesti mengatakan ini disebabkan angin di Indonesia berasal dari timur tenggara. Dimana, angin tersebut berhembus dari Australia berbelok ke Indonesia.

Namun, angin tersebut adalah angin kering. Kemudian angin masuk ke Indonesia dengan kelembaban rendah.

“Angin kering, bertemu udara dengan kelembaban rendah, itu yang membuat suhu terasa panas. Memang saat ini sangat panas terasa, tapi tidak ekstrim,” katanya.

Ditanbahkannya, cuaca pada musim mudik kali ini, BMKG memprediksi seluruhnya cerah berawan. Namun ada yang berpotensi hujan, hanya saja sangat kecil.

Nurangesti mengatakan, pada tanggal 4-5 Juni lalu suhu di Kota Jambi di angka 33,2 derajat celcius. Kemudian pada tanggal 6 Juni, menjadi 33,4 derajat celcius. Pada 7 Juni terasa lebih panas yakni 34 derajat celcius.

“Tapi itu belum ekstrim, masih normal. Yang ekstrim itu terjadi pada April 1998 lalu, dimana suhu di Jambi mencapai 36,4 derajat celcius,” katanya.

Sementara itu, dengan cuaca yang seperti saat ini, Nusrangesti menyebutkan, telah terpantau sebanyak enam hotspot selama bulan Juni ini. Dimana, hotspot tersebut tingkat kepercayaannya di atas 50 persen.

Dijelaskannya, dari enam hotspot tersebut, empat diantaranya terpantau pada 6 Juni lalu. Keempat titik panas tersebut berada di Muara Bulian Kabupaten Batanghari, Mandiangin Kabupaten Sarolangun, Kecamatan Sadu Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dan Sumai Kabupaten Tebo.

“Dua diantaranya jadi api, yaitu di Mandiangin dan Bulian. Ketika kami publikasikan bahwa terpantau titik panas oleh Satelit Terra Aqua, tim di lapangan langsung turun untuk mengecek dan melakukan penanganan,” paparnya.

Kemudian dua titik panas lainnya masing-masing terjadi pada tanggal 3 Juni di Tanjab Barat dan tanggal 5 Juni di Bungo. Keduanya hanya merupakan hotspot, tidak menjadi api.


Penulis: Sharly Apriyanti
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments