Rabu, 20 Juni 2018


Catatan Zainal Abidin (5): Masa Kecil Zainal Abidin


Senin, 11 Juni 2018 | 00:39:21 WIB


Ibu kandung Zainal Abidin, Asriyah, saat diperkenalkan ZA pada kampanye di Lempur beberapa waktu lalu
Ibu kandung Zainal Abidin, Asriyah, saat diperkenalkan ZA pada kampanye di Lempur beberapa waktu lalu / Khusnizar

ZAINAL ABIDIN Wakil Bupati Kerinci periode 2014-2019 adalah anak desa yang terlahir dari kedua orang tua yang serba kekurangan, ia lahir pada tanggal 28 Agustus 1974 di Desa Koto Iman, Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Zainal lahir dari pasangan Ajumuddin dan Asriyah.

Sang ayah dan ibunya adalah seorang petani yang selalu mengadu nasib dan menyambung tali-temali kehidupan dari buruh sawah dan hasil bercocok tanam.

Ketika Zainal masih berusia balita ia sudah ikut bersama kedua orang tuanya mengadu nasib di Bukit Muan Pulang Sangkar dengan membuka lahan perkebunan, hari demi hari dilalui, dari terbitnya dari timur hingga tenggelam di barat, bersahabat dengan alam, bermalam di dalam hutan belantara menjadi hari-hari Zainal kecil dan kedua orang tuanya. Setiap harinya hutan yang semak-belukar itu dibersihkan hingga siap untuk ditanami sesuatu yang bermanfaat, sayur-sayuran, kopi, pepaya dan tanaman lainnya.

Ia merasakan betul bagaimana perjuangan orang tuanya dalam berjuang untuk bertahan hidup, hujan panas dilalui dengan tabah. Hari-hari dilalui dalam hutan belantara, Zainal ketika kecil tidak seperti anak-anak biasanya, nasibnya tidak semanis yang kita lihat saat ini.

Setiap hari matanya berbinar melihat badan ayah dan ibunya dibakar teriknya matahari, keringat yang bercucuran deras. Pahitnya kehidupan sudah ia cicipi sejak kecil, anak petani yang malang, resiko cobaan hidup tak pernah habis.

Kembalilah ingat setiap dalam doa dan hembusan napas. Amanah yang dibisikkan tatkala meninggalkan kampung halaman. Terus berjalan di atas semboyan yang telah lama terwaris berjuang dengan hati.


Penulis: Khusnizar
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments