Kamis, 19 Juli 2018

Paska Lebaran TBS Kembali Turun


Sabtu, 30 Juni 2018 | 10:44:11 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit, kembali mengalami penurunan. Pada minggu lalu, harga TBS kelapa sawit juga turun, dan periode 29 Juni sampai 05 Juli 2018 ini, kembali mengalami penurunan.

Dalam rapat yang digelar Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Perkebunan, harga sawit umur 10-20 tahun turun menjadi Rp 1.580,66 perkilogram.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agusrizal mengatakan, TBS mengalami penurunan kurang lebih Rp 28,00. "Penyebabnya masih hampir dengan minggu lalu,  karena kurangnya permintaan," ujarnya.

Menurutnya, lamanya libur lebaran juga menjadi faktor. "Petani tidak panen setelah 2 minggu, sehingga produksi berlebih dan keterbatasan pabrik untuk menerima stok, dan pabrik belum 100 persen karyawannya bekerja," jelasnya.

"Pengaruh lainnya adalah, turunnya harga dolar, serta pembelian dari luar yang juga mengalami penurunan," ujar Agusrizal.
Untuk diketahui, harga CPO pada periode minggu ini Rp 7.041,88 dan harga rata-rata inti sawit Rp 4.524,43  dengan indeks K hasil analisa tim penetapan harga TBS tanggal 28 Juni 2018 adalah sebesar 88,86 persen.

Minggu ini, TBS umur tanam 3 tahun harga rata-rata perusahaan Rp 1.239,91 perkilogram, TBS umur tanam 4 tahun Rp 1.318,24 perkilogram dan untuk TBS umur tanaman 5 tahun Rp 1. 379,33 perkilogram.

Sedangkan untuk umur tanaman 6 tahun harganya Rp 1.437,29 perkilogram, diikuti TBS umur tanaman 7 tahun Rp 1. 473,63 perkilogram, umur tanaman 8 tahun Rp 1.504,46 perkilogram dan untuk TBS umur tanaman 9 tahun harga rata-rata perusahaan Rp 1.534,41 perkilogram.
Untuk TBS umur tanaman yang paling baik adalah 10-20 tahun Rp 1.580,66 perkilogram. Sedangkan TBS umur 21-24 tahun harga rata-rata perusahaan Rp 1.532,35 perkilogram dan terakhir harga untuk umur tanaman 25 tahun ditetapkan Rp 1.460,66 perkiligram.

Agusrizal menjelaskan, terkait rencana replanting atau peremajaan sawit, pihak terkait harus hati-hati terhadap isu kebun yang perlu peremajaan.

"Target tahun ini setelah rekonsiliasi sama pusat, kita diberi target 15 ribu hektar, kita lihat situasinya dan ketersediaan bibitnya nanti," ungkapnya.

Dikatakannya, peremajaan akan dilakukan di Kabupaten Muaro Jambi, Batanghari, Tebo, Bungo, Merangin  dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. "Enam kabupaten tersebut masing-masing mempunyai target untuk peremajaan," katanya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments