Kamis, 19 Juli 2018

Bahan Makanan Sebabkan Inflasi di Kota Jambi


Rabu, 04 Juli 2018 | 10:43:33 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI – Selama Idul Fitri lalu, kelompok bahan makanan dan transfortasi menjadi penyebab terjadinya inflasi di Kota Jambi pada Juni 2018.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada Juni 2018, Kota Jambi mengalami inflasi sebesar 1,41 persen dan Kota Muaro Bungo inflasi sebesar 0,31 persen.

Sementara Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kota Jambi sebesar 133,52 dan IHK di Kota Muaro Bungo tercatat sebesar 131,04.

Kepala Badan Statistik Provinsi Jambi, Dadang Hardiwan mengatakan, inflasi di Kota Jambi terjadi pada 6 kelompok pengeluaran barang dan jasa.

Sedangkan inflasi yang terjadi di Kota Muaro Bungo terjadi 3 kelompok pengeluaran barang dan jasa, karena adanya kenaikan indeks.

"Laju inflasi tahun kalender Kota Jambi pada bulan ini sebesar 2,22 persen, dan untuk Kota Muaro Bungo sebesar 1,08 persen," ujarnya.

Diantara kedua kota tersebut, andil terbesar inflasi terjadi pada kelompok bahan makanan serta kelompok transfor, komunikasi, dan jasa keuangan.

"Berhubung bertepatan dengan lebaran Idul Fitri, sehingga banyak kebutuhan bahan makanan, terutama seperti cabe dan transportasi," jelasnya.

Ia menyebutkan, dari 23 kota di Sumatera yang menghitung IHK, seluruhnya mengalami inflasi. "Inflasi tertinggi terjadi di kota Pangkal Pinang sebesar 1,82 persen dan terendah di kota Medan dan kota Pekanbaru masing-masing sebesar 0,01 persen," ungkapnya.

Untuk diketahui, bahwa pada bulan sebelumnya Kota Jambi mengalami deflasi, namun kota Muaro Bungo dalam kondisi inflasi walau tidak besar.

Dikatakannya, Kota Jambi dan Kota Muaro Bungo masing-masing berada pada urutan ke 2 dan ke 14 se-Sumatera terhadap inflasi.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments