Kamis, 19 Juli 2018

Percepat Layanan, Jasa Raharja Lakukan Transfer Online


Jumat, 06 Juli 2018 | 11:05:29 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

JAMBI – Undang-undang No 33 yahun 1964 tentang Dana Pertanggunggan Wajib Kecelakaan Penumpang dan undang-undang No 34 tahun 1964 tentang Dana Kecelakaan Lalulintas menunjuk Jasa Raharja sebagai pengelolanya.

Dalam undang-undang, Jasa Raharja bertugas memberikan santunan kepada korban kecelakaan alat angkutan penumpang umum baik darat, laut/penyeberangan, udara dan kereta api yang sah serta korban kecelakaan lalu lintas jalan.

Kasi Operasional Jasa Raharja Jambi, Danny Firnando, menyebutkan, santunan PT Jasa Raharja sepanjang 2018 meningkat 10 hingga 15 persen dibanding tahun lalu.

"Sepanjang 2018 sampai hari ini, 5 Juli, total kurang lebih sebanyak Rp 16,5 miliar dana santunan kita salurkan. Rinciannya, santunan korban meninggal Rp 10,1 miliar, korban luka-luka Rp 5,6 miliar, cacat Rp 350 juta dan penguburan Rp 8 juta," ujarnya, Kamis (5/7).

Selain didukung oleh kenaikan santunan yang dilakukan secara nasional oleh pemerintah dan kementerian keuangan, ia menyebutkan bahwa hal ini juga karena pihaknya mengikuti perkembangan zaman.

"Zaman yang terus berkembang , fasilitas kesehatan juga semakin tinggi. Makanya diberi kebijakan untuk menenaikkan santunan," jelasnya.

Saat ini, layanan pembayaran santunan juga telah dilakukan secara transfer. Artinya tidak lagi melakukan pembayaran tunai. "Pembayaran sudah melalui mekanisme Transfer Cash Manajement System bekerjasama dengan BRI. Jadi kapanpun waktunya dapat ditransfer kepada korban," ungkapnya.

Disebutkannya, ada beberapa aplikasi online seperti aplikasi pengajuan online untuk mengirimkan informasi kecelakaan yang terjadi.

"Masyarakat cukup sampaikan kapan kecelakaan, siapa korbannya dan menunjukan NIK. Data masuk ke kita, lalu disingkronkan datanya dengan kepolisian. Jasa Raharja juga telah bekerjasama dengan 31 rumah sakit yang ada di Jambi,’’ pungkasnya.


Penulis: Rina
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments