Kamis, 19 Juli 2018

Pedagang di Kerinci Dibayar Pakai Uang Palsu


Jumat, 13 Juli 2018 | 11:43:54 WIB


ilustrasi
ilustrasi / istimewa

KERINCI – Uang palsu (upal) pecahan 50 ribu ditemukan di Kabupaten Kerinci. Uang didapat oleh pemilik warung di Desa Sanggaran Agung, Kecamatan Danau Kerinci bernama Iwarni, Senin (9/7) malam lalu.

Kejadian berawal sekitar pukul 22.00 WIB. Warung milik Iwarni didatangi dua orang yang menggunakan mobil Tayota Rush warna hitam, untuk membeli bahan bakar jenis Pertalite.

Saat itu pelaku dilayani oleh adik korban bernama M Rasyid. Dimana satu orang pelaku turun menghampiri Rasyid, mengatakan ingin membeli Pertalite sebanyak Rp 200 ribu.

Tanpa curiga Rasyid lalu mengambil sejumlah jerigen berisi minyak untuk dimasukkan ke tangki mobil pelaku. Setelah diisi, pelaku yang berada di dalam mobil memberikan uang sebesar Rp 200 ribu pecahan Rp 50 ribu sebanyak empat lembar.

Usai membayar, pelaku langsung melaju kendaraannya. Setelah melihat uang yang diberikan pelaku, korban merasa ada yang aneh dengan uang yang diterimanya tersebut. Sebab tidak seperti uang lain pada umumnya. Korban pun mengecek uang tersebut.

Setelah korban meneliti ternyata uang tersebut palsu. Sebab luntur warnanya saat terkena air hujan. “Uang yang diberi pelaku beda dengan aslinya, karena luntur,” sebut Rasyid.

Rasyid mengaku telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Danau Kerinci. Atas kejadian itu dirinya mengalami kerugian sebesar Rp 200 ribu.

Kapolsek Danau Kerinci Iptu Tabroni saat dikonfirmasi membenarkan adanya informasi tersebut. Sejauh ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait adanya korban peredaran uang palsu.

“Ya, kita sudaj dapat informasinya, tapi pelakunya belum tahu karena korban tidak mengenalnya,” ujarnya, Jumat (13/7).

Untuk itu, dia meminta agar masyarakat hati-hati, terutama pemilik warung yang sering didatangi orang tak dikenal untuk berbelanja. Dimana saat diberikan uang agar memeriksanya terlebih dahulu.

“Jika merasa curiga dengan uang yang diberikan jangan diterima,” pungkasnya.


Penulis: Dedi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments