Jumat, 20 Juli 2018

Warga Bungo Ditemukan Tewas Tergantung, Ada yang Janggal...


Senin, 09 Juli 2018 | 21:13:31 WIB


Seorang pemuda bernama Ardi Rismananta, Senin (9/7), ditemukan tak bernyawa dengan kondisi tergantung dalam rumah yang ditempatinya di Perumahan Sungai Buluh Indah, Kabupaten Bungo
Seorang pemuda bernama Ardi Rismananta, Senin (9/7), ditemukan tak bernyawa dengan kondisi tergantung dalam rumah yang ditempatinya di Perumahan Sungai Buluh Indah, Kabupaten Bungo / metrojambi.com

MUARABUNGO – Warga Sungai Buluh Indah, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Senin (9/7) pagi, digegerkan dengan adanya seorang pemuda yang ditemukan tak bernyawa dengan kondisi tergantung di dalam rumah yang ditempatinya. Korban diketahui bernama Ardi Rismananta.

Informasi yang diperoleh metrojambi.com, korban pertama kali ditemukan oleh rekannya yang bernama Andika (28). Saat itu, Andika datang ke rumah untuk mengecek keberadaan korban karena tidak masuk kerja.

“Sekitar jam sepuluh saya disuruh sama bos untuk mengecek ke rumah. Karena biasanya kalau tidak masuk dia kasih kabar,” ujar Andika saat dikonfirmasi.

Hamid, ketua RT setempat saat dikonfirmasi mengatakan jika korban merupakan warga Limbur Lubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo. Dikatakan Hamid, korban baru beberapa bulan tinggal di tempat tersebut.

“Korban ini orang Limbur. Dan selama ini baik-baik saja anaknya,” kata Hamir.

Sementara itu, ditemukan kejanggalan terkait kematian korban. Pasalnya, meski tubuh korban tergantung di seutas tali, namun kaki korban menyentuh lantai dan menekuk.

Namun pihak kepolisian saat dikonfirmasi memastikan korban meninggal dunia karena gantung diri. Ini seperti dikatakan Paur Humas Polres Bungo Iptu M Nur saat dikonfirmasi.

“Dari hasil olah TKP (tempat kejadian perkara), pemeriksaan jenazah oleh rumah sakit, dan pemeriksaan saksi-saksi, benar bahwa korban bunuh diri,” ungkap M Nur.

Dugaan sementara, lanjut M Nur, korban nekat mengakhiri hidupnya karena masalah asmara. “Untuk motifnya berkaitan dengan hubungan asmara,” pungkasnya.


Penulis: Budi
Editor: Ikbal Ferdiyal



comments