Jumat, 14 Desember 2018


Pengembangan Kelompok Usaha Itik di Berbak Bermitra dengan Kelompok Tani Sopo Nyono

Jumat, 09 November 2018 | 16:33:25 WIB


Penyerahan mesin tetas dan pelatihan penetasan telur itik pada Kelompok Tani Sopo Nyono Desa Rantau Makmur, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur
Penyerahan mesin tetas dan pelatihan penetasan telur itik pada Kelompok Tani Sopo Nyono Desa Rantau Makmur, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur

*) Oleh: Dr Ir Rifli Rindes M.MP; Dr Ir Pahantus Maruli MP; Dr  Firmansyah S.Pt MP dan Dr Ir Depison MP

KECAMATAN Berbak merupakan salah satu sentra produksi pangan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) dengan rata-rata ketinggian dari permukaan laut 1-2 meter. 
Kecamatan Berbak berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Berbak dengan luas wilayah 194,46 Km2. Jumlah penduduk 9.897 jiwa dengan kepadatan penduduk 50,89 orang/Km2 dengan 2.731 KK. 

Mata pencaharian masyakat pertanian tanaman pangan dan itik sebagai usaha sampingan. Produksi utama Kecamatan Berbak, Padi, 26.418,10 ton. Jagung 2.472,30 ton. Kedelai 528,50 ton dan sayur-sayuran 512 ton. 

Jenis ternak yang dipelihara oleh masyakat sebagai usaha sambilan adalah itik sejumlah 5.971 ekor, ayam Buras sebanyak 2.984 ekor dan ayam pedaging sebanyak 1.850 ekor. Pada umumnya masyarakat menggunakan penerangan dari PLN.
Berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi langsung di lapangan dengan kelompok tani saat dimintai kesediaan menjadi mitra dalam rencana Program IbM Universitas Jambi, maka ditetapkan permasalahan prioritas adalah sebagai berikut: 
1) Rendahnya pengetahuan dan pemahaman petani mengenai pemeliharaan dan pengembangan usaha yang berkelanjutan; 
2) Rendahnya kemampuan finansial sebagian petani dalam pengadaan sarana produksi; 
3) Sering tidak tersedianya pakan yang memenuhi standar saat musim ke sawah; dan 
4) Terbatas atau kurangnya pengetahuan dan pemahaman petani mengenai manajemen beternak itik, khususnya tentang pengelolaan pakan serta pengelolaan dengan manfaat potensi local dan keuntungan maksimal.

TARGET DAN LUARAN
2.1.Solusi
Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pengenalan Iptek berupa:

1) Pembuatan pakan dari potensi lingkungan dengan memanfaatkan limbah ikan yang tersedia, dedak padi dan jagung untuk meningkatkan produktivitas ternak unggas air itik yang optimal. Pengetahuan teknologi pakan yang ditawarkan adalah membuat ransum pakan ayam yang terdiri dari ikan rica-rica yang cukup banyak tersedia sebanyak 20 persen, dedak padi sebanyak 40 persen dan jagung sebanyak 40 persen. Dari campuran 3 macam bahan penyusun ransum ini dapat dipenuhi protein 17 persen, sehingga memenuhi protein minimal pakan sebanyak 16 persen.

2)Penetasan telur itik untuk pengembangan skala usaha yang ditawarkan dapat diterima, diterapkan dan dikembangkan oleh kelompok tani sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan pemeliharaan dan pengembangan ternak itik sekaligus mengatasi permasalahan peningkatan produktivitas. 



Meningkatnya populasi dan produktivitas tenak itik akan meningkatkan pendapatan rumah tangga petani dan pada gilirannya dapat menyamin usahatani ternak itik yang keberlanjutan. Mesin tetas Semi Ottomatis dibuat dari bahan treplek yang dilengkapi dengan termosstate pengatur suhu ottomatis dan hygrometer kelembaban untuk mempertahan kelembaban dalam mesin tetas sebesar 70-80 persen.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Program Pengembangan Kelompok Usaha Itik di Kecamatan Berbak Kabupaten Tanjung Jabung Timur bermitra dengan kelompok tani Sopo Nyono sebagai berikut:

1. Adopsi teknologi penyusunan ransum pakan unggas air itik dengan menggunakan potensi lokal seperti keong emas/ikan ruca, dedak dan jagung sehingga pakan tersedia sepanjang waktu untuk penggunaan sendiri dan kawasan. Tersedianya pakan yang memenuhi standar akan dapat meningkatkan produktivitas telur dan daging itik.

2. Pengembangan usaha dengan melakukan penetas telur sendiri dengan menggunakan mesin tetas. Dimana itik betina untuk produksi telur dan itik jantan akan diarahkan untuk memproduksi itik potong yang banyak dibutuhkan di pasar Jambi dan luar Jambi seperti, Riau; Pekan Baru, Batam, dan Singapore dalam bentuk daging itik

Penulis adalah Dosen Fakultas Peternakan Universitas Jambi

Sumber: istimewa

comments