Demi Program Pintar, 1 Milyar Diajukan Untuk Program PINTAR


Rabu, 03 April 2019

BATANGHARI– Program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) yang merupakan salah satu program dari Tanoto Foundation untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan kepemimpinan sekolah, manajemen berbasis sekolah, serta pembelajaran aktif di kelas dan di dalam sekolah.

Disampaikan langsung oleh Wakil Direktur Program Pendidikan Dasar Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati saat workshop di Provinsi Jambi, Kamis (21/03) lalu.


Dikatakan Margareta, program PINTAR dikembangkan di sekolah dan madrasah mitra Tanoto Foundation saja. Namun melalui berbagai diseminasi dan kerja sama dengan berbagai pihak terkait seperti pemerintah daerah dan kementerian agama, diharapkan program PINTAR dapat diaplikasikan.

"Apa yang dilakukan Tanoto Foundation hanya role model atau contoh yang bisa disebarluaskan pemerintah, sekolah, lembaga pendidikan. Peningkatan kualitas pendidikan adalah hal yang besar, tidak bisa hanya Tanoto sendiri. Maka kita beri contoh yang bisa diadopsi pemerintah, lembaga pendidikan dan tenaga kependidikan," ujar Margaretha.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PDK) Kabupaten Batanghari Dra. Jamilah mengatakan bahwa, dengan berbagai sistem yang ada dalam Program PINTAR berdampak terhadap metode pembelajaran yang diterapkan para guru yang semakin bervariatif, kraeatif dan memacu kreatifitas para siswa.

" Banyak perubahan setelah program PINTAR masuk ke Batang Hari, terutama di Kec. Muara Bulian dan Kec. Pemayung, seperti budaya baca, manajemen sekolah dan pembelajaran aktif," ujarnya.

 

Menurut rencana, untuk penyebarluasan program PINTAR di Batanghari, Dra. Jamilah akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1 Milyar.

" Melihat perkembangan atau hasil program PINTAR yang bagus di lapangan, kami berencana akan mengajukan anggaran hingga 1 Milyar untuk di kecamatan-kecamatan yang belum mendapatkan pelatihan program PINTAR," ujarnya.

"Kami ingin kemajuan program tidak hanya dirasakan di Kec. Pemayung atau Kec. Muara Bulian saja, namun merata di wilayah Kabupaten Batanghari," demikian Kadis PDK. 

Reporter: Chy

comments

Foto Lainnya