Minggu, 21 Juli 2019

PetroChina Jabung-PT BSP Tandatangani HoA Jual Beli Gas


Senin, 04 Mei 2015 | 21:54:15 WIB


1. Penandatanganan HoA oleh Vice President Kemitraan dan Hubungan Pemerintah PetroChina, Budi Setiadi. 2. Foto bersama usai penandatanganan HoA antara PetroChina International Jabung Ltd dengan PT Bumi Samudra Perkasa
1. Penandatanganan HoA oleh Vice President Kemitraan dan Hubungan Pemerintah PetroChina, Budi Setiadi. 2. Foto bersama usai penandatanganan HoA antara PetroChina International Jabung Ltd dengan PT Bumi Samudra Perkasa / Ist

JAKARTA – PetroChina International Jabung Ltd menandatangani Head of Agreement (HoA) di bidang penjualan gas alam dengan PT Bumi Samudra Perkasa (BSP) selaku Badan Usama Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi. Dengan ditandatanganinya perjanjian jual beli gas tersebut, maka jumlah penjualan gas PetroChina di dalam negeri, khususnya di Provinsi Jambi, akan semakin meningkat.

Selain itu, kerja sama tersebut juga merupakan bentuk dukungan SKK Migas-PetroChina untuk membantu program pemerintah dalam mewujudkan pembangunan pembangkit listrik nasional sebesar 35.000 megawatt (MW) dalam kurun waktu lima tahun ke depan.

Penandatanganan HoA yang disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo tersebut, dilakukan oleh Vice President Kemitraan dan Hubungan Pemerintah PetroChina, Budi Setiadi, dan Direktur PT BSP, Afrizal, di Yogyakarta, Senin (4/5). Turut hadir menyaksikan penandatanganan tersebut, di antaranya Bupati Tanjabtim, Zumi Zola Zulkifli, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, serta Kepala SKK Migas, Amin Sunaryadi.

Agenda penandatanganan tersebut dilakukan bersamaan dengan peluncuran Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Yogyakarta, yang menandai dimulainya pencanangan program nasional pembangunan pembangkit listrik sebesar 35.000 MW. HoA tersebut juga ditandatangani oleh para mitra kerja PetroChina di Blok Jabung, yakni Petronas Carigali (Jabung) Ltd., PP Oil & Gas (Indonesia-Jabung) Ltd., dan Pertamina Hulu Energi Jabung.

Sesuai rencana, suplai gas yang dipasok PetroChina dari lapangan South Betara dan West Betara akan dimanfaatkan untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Tanjabtim. Total suplai gas yang akan disalurkan sebanyak 5 BBTUD (Billion British Thermal Unit per Day). Penandatangan HoA tersebut diharapkan akan segera ditindaklanjuti dengan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) yang memuat klausul perjanjian yang lebih terinci, termasuk mengenai harga jual-beli gas. Penjualan gas ke BSP ini merupakan yang pertama kali dilakukan, khususnya berasal dari lapangan gas yang rencana pengembangannya hanya ditujukan untuk penjualan dalam negeri.

Vice President Kemitraan dan Hubungan Pemerintah PetroChina, Budi Setiadi, menilai perjanjian yang ditandatangani tersebut menandai betapa pentingnya peranan gas bumi saat ini. “Bersama SKK Migas, kami akan selalu berupaya secara maksimal untuk berpartisipasi dalam memasok kebutuhan gas, baik untuk sektor tenaga listrik maupun untuk memenuhi kebutuhan sektor industri lainnya di dalam negeri,” ujarnya.

Perjanjian jual beli gas dengan PT BSP tersebut berlaku sejak HoA itu ditandatangani hingga berakhirnya kontrak pada 27 Februari 2023, atau selama 7 tahun. Adapun gas mulai dialirkan 21 bulan setelah ditandatangani pokok-pokok perjanjian tersebut. Menurut rencana, suplai gas dari PetroChina akan disimpan menjadi CNG (Compress Natural Gas) melalui fasilitas yang dibangun oleh PT BSP. Selanjutnya, gas tersebut digunakan untuk menyuplai pembangkit listrik PLN pada saat beban puncak (peak load).

Dengan ditandatanganinya pokok-pokok perjanjian jual beli gas tersebut, maka PetroChina Jabung saat ini memasok gas untuk kebutuhan dalam negeri, melalui badan usaha PT Tanjung Jabung Power (3 MMSCFD),  PT Jambi Indoguna Internasional (10 MMSCFD, rencana suplai Desember 2015), dan PT BSP (5 MMSCFD), dengan total volume sekitar 18 MMSCFD. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan rencana pasokan gas berikutnya ke BUMD milik Pemkab Tanjung Jabung Barat sebesar 5 MMSCFD dan ke PLN Batam sebanyak 17 MMSCFD.

Melalui peningkatan pasokan gas di Provinsi Jambi tersebut, SKK Migas dan PetroChina ingin menunjukkan komitmen sekaligus partisipasinya dalam penyediaan pasokan gas di dalam negeri yang semakin meningkat kebutuhannya dari waktu ke waktu. Selain itu, PetroChina juga berharap meningkatnya jumlah pasokan gas dalam negeri, khususnya di  wilayah Jambi tersebut, bisa mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

PetroChina International Jabung Ltd merupakan kontraktor kontrak kerja sama SKK Migas yang mengoperasikan Blok Jabung di Jambi. Selain PetroChina, pemegang saham Blok Jabung adalah Petronas Carigali (Jabung) Ltd., PP Oil & Gas (Indonesia-Jabung) Ltd., dan Pertamina Hulu Energi Jabung. (*)


Penulis: Ist
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments

Berita lain di METROJAMBI.COM