Senin, 30 November 2020

Warga di Lokasi PETI Mulai Kesulitan Ekonomi


Minggu, 10 Mei 2015 | 19:45:31 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Riki Saputra

BANGKO - Warga disekitar lokasi Penambangan Emas Tanpa Izin (Peti) kini mulai merasakan dampak dari alih fungsi lahan yang mereka lakukan. Bukannya hidup sejahtera, tapi banyak diantara warga yang kini mulai kesulitan ekonomi.

Camat Pangkalan Jambu, Kabupaten Merangin, Kamil, mengatakan saat ini banyak warga di daerah tersebut yang jadi pendulang emas di lahan milik warga lain. Dulunya, kata Kamil, warga tersebut memiliki lahan persawahan, namun dialihfungsikan untuk lokasi PETI.

“Emasnya berkurang, banyak warga yang mendulang di lokasi warga lainnya. Sudah mulai sulit mendapatkan emas seperti awal-awal dulu," ungkap Kamil.

Menurut Kamil, menjadi pendulang terpaksa dilakukan warga untuk perekonomiannya, karena sawah yang dulu menghidupi keluarga mereka berpuluhan tahun lamanya kini tinggal hamparan krikil gersang. “Mau menggarap sawah sudah tidak ada lagi. Mau tidak mau jadi pendulang. Itu jalan yang tampak untuk mendapatkan uang," ujar Kamil.

“Bahkan dalam satu lokasi warga yang mendulang lebih dari 200 orang. Kalau diawal PETI dulu, tidak ada seperti itu," tambahnya.

Lebih lanjut Kamil mengatakan, di Kecamatan Pangkalan Jambu ada sekitar 800 hektar sawah yang dialihfungsikan untuk lokasi PETI. “Hampir 800 hektar sawah rusak. Kini tinggal beberapa yang tersisa, itupun diduga warga tidak ada emasnya. Selain itu memang ada warga yang tidak mau sawah digarap," pungkasnya.



Penulis: Riki Saputra
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments