Selasa, 22 September 2020

Pajak Daerah Belum Tergarap Maksimal


Rabu, 13 Mei 2015 | 15:05:05 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / DOK/Metrojambi.com

BANGKO - Sejumlah sumber retribusi di Kabupaten Merangin belum terdata maksimal. Beberapa sektor usaha yang sejatinya bisa mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), belum tergarap dengan maksimal, baru sebatas di Kota Bangko saja.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Merangin, Jailani, mengatakan untuk memaksimalkan pemasukan daerah dari sektor retribusi, pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan terhadap sumber pajak di luar Kota Bangko.

"Kita telah menurunkan tim yang bertugas melakukan pendataan terhadap beberapa sumber pajak retribusi, tidak terkecuali hingga ke kecamatan," ujar Jailani.

"Saat ini yang sudah berjalan (pendataan, red) itu seperti di kecamatan-kecamatan di wilayah Tabir, dan juga di wilayah Pamenang," tambahnya.

Dispenda Kabupaten Merangin, sambung Jailani, bertekad meningkatkan pendapatan dari pajak retribusi, terutama dari pajak reklame atau papan merk usaha, seperti rumah makan dan sejumlah usaha lainnya. Menurut Jailani, sejauh ini cukup banyak usaha yang rutin menyetorkan pajaknya, namun jumlahnya masih sangat minim.

Untuk memaksimalkan pemasukan dari sektor pajak, Jailani mengatakan pihaknya akan melakukan sistem pemungutan pajak, bahkan bisa saja dilakukan dengan cara menempatkan kotak khusus (semacam kotak amal, red) di setiap rumah makan.

"Selain itu untuk penagihan pajaknya, kita juga akan melakukan dengan cara membentuk tim pendata dan penagih yang terpisah. Jadi pada saat menagih pajak, kedua petugas ini akan turun bersamaan," pungkasnya.



Penulis: Riki Saputra
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments