Selasa, 24 November 2020

Kinerja Disperindag Tanjabbar Dipertanyakan


Kamis, 14 Mei 2015 | 20:39:57 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

KUALA TUNGKAL - Kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) patut dipertanyakan. Pasalnya, data rekapan bahan pokok di instansi pemerintah tersebut tidak pernah sinkron dengan keadaan pasar, sehingga terkadang menimbulkan persoalan.

Dari data yang berhasil dihimpun, di pasar tradisional Kuala Tungkal, ketidakstabilan harga bahan pokok mulai terlihat dan meresahkan  masyarakat. Bahkan kenaikan harga bahan pokok di pasar tradisional ini mencapai 100 persen.

Namun anehnya, dari data mingguan Disperindag mencatat kenaikan harga beberapa bahan pokok masih normal. Perubahan-perubahan harga pada setiap itemnya tidak menunjukkan kenaikan harga yang signifikan.

Ketidak sinkronan harga bahan pokok tersebut menuai sorotan dari berbagai pihak. Salah satunya Asisten II Setda Tanjabbar, Syapriwan, yang meminta agar Disperindag lebih proaktif dalam mendata harga bahan kebutuhan pokok.  

Syapriwan mengatakan, berdasarkan laporan daftar harga bahan pokok yang ia terima, hingga saat ini tidak ada gejolak harga di pasaranan. Persiapan stok bahan pokok untuk Satu bulan ke depan dinilai aman.

Ia menjelaskan, setiap minggunya Disperindag menyampaikan laporan rekapan daftar harga Bahan pokok. Hal ini dilakukan sebagai kegiatan rutinitas guna memantau gejolak harga bahan pokok dipasaran.

"Disperindag jangan sampai melakukan copy paste atas rekapan harga bahan pokok pada minggu-minggu sebelumnya. Petugas harus turun langsung ke lapangan dan mendata harga di pasaran," tegasnya.



Penulis: Solihin
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments