Senin, 30 November 2020

Dirawat di RSJ, PNS Pelaku Pembacokan Bebas Dari Jeratan Hukum


Jumat, 15 Mei 2015 | 13:34:28 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

MUARA BUNGO – Hanya gara-gara cemburu, Sobri (34), oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berdinas di kantor Kecamatan Tanah Tumbuh, Kabupaten Bungo, nekat melakukan pembacokan. Pasca kejadian, warga Desa Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo ini sempat menjadi buronan polisi.

Namun belakangan, Sobri malah bebas dari jerat hukum akibat perbuatannya tersebut. Pasalnya, Sobri saat ini tengah mendapatkan perawatan rehabilitasi di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Jambi. Selain itu, juga sudah ada perdamaian antara pihak Sobri dengan pihak korban.

“Kasus tersebut proses pemeriksaannya sudah kita hentikan dengan berbagai pertimbangan. Selain itu, antara korban dan pelaku juga sudah melakukan perdamaian dengan cara duduk ninik mamak,” kata Kasat Reskrim Polres Bungo, AKP Ardi Kurniawan, saat dikonfirmasi.

Untuk diketahui, Sobri nekat membacok Depri Yanto, warga Desa Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal hanya karena terbakar api cemburu. Kejadian bermula saat Sobri datang ke rumah mantan istrinya di Desa Empelu, sekitar pukul 00.30 WIB dini hari.

Sobri menduga mantan istrinya tersebut punya hubungan istimewa dengan warga Empelu lainnya yang bernama Asep. Saat itu, Sobri memaksa masuk ke dalam rumah, namun ditolak. Penolakan tersebut membuat Sobri mengamuk.

Karena takut, mantan istri Sobri lantar berteriak hingga membuat warga lainnya berdatangan. Melihat kedatangan warga, Sobri lantas mengeluarkan senjata api (senpi), lalu menembakkannya ke udara, dan selanjutnya melarikan diri.

Saat melarikan diri, Sobri yang mengendarai mobil Avanza juga sempat menabrak seorang pengendara sepeda motor. Di tengah perjalanan, Sobri kembali berputar arah ke Desa Empelu, untuk mencari Asep.

Mengetahui dirinya dicari Sobri, Asep yang ketakutan lantas pulang ke rumah dan bercerita kepada orangtuanya. Depri Yanto, orangtua dari Asep lantas mencari Sobri, untuk menanyakan permasalahan yang terjadi.

Namun saat bertemu, dan belum sempat bertanya, Sobri langsung membacok Depri berkali-kali dengan menggunakan kampak dan celurit. Akibatnya korban menderita luka di kepala dan sekujur tubuh. Selain itu, tangan kiri korban juga nyaris putus.


Penulis: Hamid
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments