Minggu, 13 Juni 2021

Kejati Bidik Dugaan Korupsi di BRI Sipin

Selasa, 19 Mei 2015 | 23:34:54 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi resmi meningkatkan status penanganan kasus dugaan korupsi kredit Briguna Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Simpang IV Sipin tahun 2011-2013, yang diduga merugikan keuangan negara lebih dari Rp 4 miliar dari penyelidikan ke penyidikan.

Kasi Penyidikan Kejati Jambi, Imran Yusuf, mengatakan sebelum ditingkatkan ke penyidikan, pihaknya telah melakukan penyelidikan sejak April 2015 lalu. “Setelah melakukan penyidikan, pada pertengahan Mei ini penyidik resmi meningkatkan ke tahap penyidikan,” kata Imran, Selasa (19/5).

Namun Imran mengatakan, sejauh ini belum ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini. Imran menyebutkan, penetapan tersangka ini akan dilakukan setelah memeriksa beberapa saksi.

“Tersangka belum kami tetapkan. Sejauh ini kami masih melakukan pemeriksaan saksi,” tukasnya.

Untuk diketahui, kasus ini bermula pada tahun 2011-2013, saat BRI Unit Simpang IV Sipin mengucurkan dana melalui kredit Briguna, kepada lebih dari 1.000 orang nasabah dengan jumlah pinjaman bervariasi mulai Rp 4 juta–Rp 150 juta.

Kredit Briguna ini diberikan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau karyawan yang mempunyai penghasilan bulanan tetap. Namun dari pihak BRI ada kebijakan terkait pelunasan maju. Artinya nasabah boleh melunasi kreditnya meski janga waktu masih lama.

Namun uang pelunasi maju 131 orang nasabah itu, yang nilainya mencapai Rp 4 miliar, tidak disetorkan. Sementara itu bukti administrasi seolah-olah uang sudah masuk, sementar jaminan pinjaman sudah dikembalikan.



Penulis: Sahrial
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments