Minggu, 25 Oktober 2020

Gara-gara Jet Pribadi, Menteri Sudirman Dituding Gratifikasi


Kamis, 28 Mei 2015 | 14:00:29 WIB


Menteri ESDM, Sudirman Said
Menteri ESDM, Sudirman Said / JPNN

JAKARTA- Sudirman Said kembali diterpa isu tak sedap. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tersebut dituding menerima gratifikasi. Isu miring itu dilontarkan pengamat kebijakan energi nasional Yusri Usman‎.

Yusri mengatakan, semua itu berawal dari Sudirman yang mendampingi Tim Reformasi Tata Kelola Migas (TRTKM) ke kantor Petral pada 9 Maret lalu. Saat itu, TRTKM hanya didampingi Direktur Umum Pertamina Dwi Daryoto dan Vice President ISC Daniel Purba.

“Sementara Sudirman hanya menunggu di sebuah hotel mewah,” terang Yusri dalam rilis yang dikirim, Kamis (28/5).

Keesokan harinya, Sudirman pun berpisah dengan TRTKM. Dia menumpang jet pribadi Gulfstream G- 550 ke Medan karena pesawatnya stand by di Kuala Namu. Ongkos jet pribadi senilai USD 35.750 atau sekitar Rp 446 juta (USD= Rp 12.500) ditagihkan ke Petral Singapura. "Kalau kegiatan Sudirman Said dinas ke Singapura dan atas panggilan presiden, kan ada dana operasional kementerian. Kenapa harus dibebankan ke PES? Apa ini termasuk gratifikasi? Sudah jelas itu," kata Yusri.

Karena itu, penegak hukum harus menelusuri tindakan Sudirman. Yusri mengaku memiliki bukti berupa kopian dari Pelita Air Service kepada PES Singapura dengan nota pengantar nomor: NP/GPRS/PA/2015 tertanggal 8 April 2015. Sementara itu,  Juru bicara Prodem, Iwan Sumule juga mengungkit isu gratifikasi pada Sudirman dan Faisal Basri. Iwan mengatakan, Faisal mengaku pergi dengan Sudirman menumpang jet pribadi dari Singapura ke Kualanamu Sumut saat tampil di sebuah acara televisi.

Faisal juga mengakui tagihan jet pribadi itu dibebankan ke Petral. "Mari kita jernih melihat masalah siapa yang terlibat dalam lingkaran mafia migas dengan adanya kejadian itu," kata Iwan. 


Penulis: flo/jpnn
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: JPNN

TAGS:


comments