Rabu, 1 April 2020

Disdik Janjikan Tidak Ada Permainan Dalam PPDB


Sabtu, 30 Mei 2015 | 13:16:45 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI - Kecurangan-kecurangan yang kerap terjadi dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), tahun ini dipastikan tidak akan terjadi lagi. Ini dikatakan Kabid Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jambi, Mulyadi.

Dikatakan Mulyadi, sebagai salah satu antisipasi kecurangan, tahun ini sudah diatur besaran kuota siswa untuk satu kelas. Sehingga, bentuk kecurangan ‘main belakang’ tidak akan terjadi lagi.

"Rasio jumlah siswa per kelas sudah diatur dalam juknis (petunjuk teknis) PPDB yang dikeluarkan Kemendikbud melalui Permendikbud Nomor 7 Tahun 2014. Untuk SMP, maksimal satu kelas 36 orang, sedangkan SMA maksimal satu kelas 40 orang," bebernya.

Sementara itu, dalam PPDB tingkat SMP dan SMA/SMK di Kota Jambi tahun ini, akan menggunakan dua sistem yaitu online dan offline. Walikota Jambi, Syarif Fasha, mengatakan sistem online adalah sistem yang tidak bisa diganggung gugat, dimana kuotanya sebesar 65 persen.

Fasha menegaskan, sistem offline hanya diperuntukan untuk tiga kategori siswa, yaitu siswa miskin, siswa berprestasi, dan siswa yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah.

Dijelaskannya, untuk prestasi yang dimaksud adalah prestasi pribadi terutama di tingkat internasional, nasional, provinsi, dan Kota Jambi. Untuk siswa miskin, ia meminta sekolah untuk proaktif turun ke lapangan memastikan keterangan tidak mampu yang dilampirkan siswa adalah benar.

Untuk jalur lingkungan, ia meminta sekolah untuk menggunakan sistem radius dengan mengambil garis lurus. Disebutkannya, masyarakat berhak atas pendidikan, yang artinya ada pihak yang wajib menyelenggarakan pendidikan yaitu pemerintah pusat, provinsi dan kota/kabupaten.

“Jadi harus memperbanyak kesempatan masyarakat untuk sekolah," tukasnya.



Penulis: Amril Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments