Sabtu, 28 November 2020

Gubernur: Olah Karet Menjadi Barang Jadi


Selasa, 02 Juni 2015 | 22:50:10 WIB


4- PABRIK PENGOLAHAN KARET: Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus saat melihat pabrik pengolahan karet menjadi ban vulkanisir, di Sarolangun.
4- PABRIK PENGOLAHAN KARET: Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus saat melihat pabrik pengolahan karet menjadi ban vulkanisir, di Sarolangun. / Anton

JAMBI -  Anjloknya harga karet saat ini sangat dirasakan petani di Jambi. Sebagian besar masyarakat Jambi yang menggantungkan hidupnya dari karet, kini semakin terjepit untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari akibat kondisi tersebut.

Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus (HBA), mengatakan kondisi ini terus ia pikirkan. Ia bahkan sudah mencari jalan keluarnya, namun memang tidak segampang membalikkan telapak tangan.

“Anjloknya harga karet bukan karena pemerintah, tapi akibat pengaruh ekonomi dunia. Sehingga untuk perbaikannya cukup sulit, ini tata niaga dunia,” sebut HBA.

Namun demikian, kata HBA, bukan berarti pemerintah lepas tangan. Pemerintah, menurutnya, terus berupaya untuk memperbaikinya. Salah satu jalan keluar yang tepat, kata HBA, seperti di pengolahan karet menjadi barang jadi yang dibangun di Pelawan, Sarolangun.

“Ini salah satu jalan untuk mengurangi anjloknya harga karet. Dibuat menjadi barang jadi, seperti diubah menjadi ban vulkanisir. Saya sangat senang melihat pabrik pengolahan ini, mesinnya dibantu pemerintah pusat,” ujarnya.

Lebih lanjut HBA mengatakan, pemerintah juga berusaha agar karet rakyat bisa ditampung dan dikelola di wilayahnya masing-masing. Ini salah satunya, dengan menggunakan olahan ban vulkanisir, yang oleh anak-anak muda setempat diupayakan bisa memproduksi ban vulkanisir. “Ada beberapa ban vulkanisir yang sudah kita lihat, sudah cukup bagus," kata HBA.

Soal modal yang dikeluhkan, nantinya koperasi bisa menjawab dalam waktu dekat. “Itu bisa dibantu Koperasi, ada permodalan yang dimungkinkan dengan persyaratan murah dan proses yang tidak susah amat, bisa membantu pengolahan ban vulkanisir tersebut," pungkasnya.




Penulis: Anton
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments