Jumat, 4 Desember 2020

Alasan Keamanan, Koperasi MB Tetap Ngotot Tutup Akses Jalan


Rabu, 03 Juni 2015 | 16:14:32 WIB


Mediasi antara pihak Koperasi MB, Pemkab Tebo, kepolisian, dan warga terkait penutupan jalan
Mediasi antara pihak Koperasi MB, Pemkab Tebo, kepolisian, dan warga terkait penutupan jalan / Ade Sukma

MUARA TEBO - Koperasi Maju Bersama (MB) yang berlokasi di Desa Napal Putih, Kecamatan Serai Serumpun, Kabupaten Tebo, bersikukuh untuk menutup akses jalan di perbatasan Desa Napal Putih dengan lahan eks Hutan Produksi (HP) yang kini sudah dikelola oleh koperasi MB.

Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Ketua Koperasi MB, Azri, usai menghadiri rapat mediasi dengan pihak Pemkab Tebo, Polres Tebo, dan masyarakat petani di Desa Napal Putih.

Dikatakan Azri, penutupan jalan dengan membuat parit gajah tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi adanya aksi kejahatan di dalam area lahan eks HP. Pasalnya, sampai saat ini pihak koperasi masih keterbatasan SDM, serta belum bisa menyediakan fasilitas pos penjagaan untuk keluar masuknya hasil perkebunan.

"Biar aman saja, karena keluar masuk buah dan getah belum bisa termonitoring sepenuhnya," sebutnya Azri, Rabu (3/6).

Azri juga mengklaim jika pembentukan Koperasi MB sudah sejak 2010, dan telah melalui berbagai prosedur baik secara hukum maupun legalitas. Untuk itu, lanjut dia, atas nama Koperasi MB pihaknya tetap menutup akses jalan yang lama dan membuka akses jalan yang baru.

"Jadi untuk akses jalan yang baru kita buatkan satu pintu. Silakan warga sekitar menggunakan akses jalan satu pintu tersebut," ujarnya.

Sementara itu Junawal, perwakilan petani asal Desa Napal Putih, meminta kepada pihak koperasi untuk tetap membuka akses jalan yang lama. Pasalnya, warga merasa kesulitan melakukan aktifitas jika jalan tersebut ditutup.

"Kami dan jalan di desa ini sudah puluhan tahun di sini, sebelum ada koperasi," ucapnya.

Kendati sudah melalui berbagai proses penyelesaian, baik dari pemerintah daerah, kepolisian, dan serikat petani, namun hasil mediasi belum juga menemukan solusi antar dua belah pihak. Akan tetapi Pemkab Tebo, dalam hal ini sebagai penengah, tetap melakukan kontrol monitoring.



Penulis: Ade Sukma
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments