Jumat, 4 Desember 2020

Protes Honor Dikurangi, Petugas Damkar Merangin Mogok Kerja


Rabu, 03 Juni 2015 | 20:13:19 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

BANGKO – Pemandangan berbeda, Rabu (3/6), terlihat di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Merangin. Mess petugas pemadam kebakaran yang biasanya ditempati petugas yang bersiaga, hari ini terlihat kosong melompong.

Usut punya usut, ternyata hari ini memang tidak ada satupun petugas damkar yang masuk kerja. Menurut informasi, para tenaga honorer di UPTD Damkar tersebut melakukan aksi mogok kerja karena tidak terima dengan adanya pengurangan gaji atau honor bulanan mereka.

“Tadi pagi banyak yang datang, tapi hanya sebentar kemudian pulang semua," ujar salah seorang staf BPDB.
        
Seorang honorer di UPTD Damkar yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan, ia dan rekan-rekan tidak hanya memutuskan untuk mogok kerja, bahkan mereka juga sepakat untuk tidak mengambil honor untuk bulan Mei lalu.

“Sejak awal honor kita tidak ada masalah, semua dibayar sesuai dengan jabatan kita masing-masing disini," ungkapnya.

Hanya saja, sambung petugas damkar tersebut, untuk bulan Mei ada perubahan jumlah honor yang diterima. Jika sebelumnya sebesar Rp 850 ribu per bulan, namun untuk bulan Mei lalu honor yang diterima hanya lebih kurang Rp 500 ribu.

 “Kalau memang ada aturannya kenapa tidak berlaku dari awal tahun. Ini sejak bulan Januari sampai Maret kami nerima honor dengan jumlah yang sama, tapi kenapa sudah di tengah jalan baru berubah," sesalnya.

sementara itu Sekretaris BPBD Merangin, Sadili, saat dikonfirmasi membenarkan adanya keberatan para tenaga honorer tersebut. Namun dirinya menampik jika para tenaga honorer UPTD Damkar tersebut melakukan mogok kerja.

“Bukan mogok kerja, mereka hanya mengajukan keberatan karena hal itu (perubahan honor, red)," ujar Sadili.

Dijelaskan Sadili, perubahan tersebut karena menyesuaikan dengan aturan yang telah di atur dalam Peraturan Bupati (Perbup) Merangin, dimana gaji tenaga honorer disesuaikan dengan tingkat pendidikan mereka.

“Gaji honor disesuaikan dengan jabatan, namun sekarang kan sudah ada Perbup-nya yang mengatur itu (honor), disesuaikan dengan pendidikannya," tandasnya.




Penulis: Riki Saputra
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments