Selasa, 19 November 2019

Banyak Sumur Minyak Tua, Masheruddin Dorong Eksplorasi Baru


Kamis, 04 Juni 2015 | 14:39:24 WIB


Sumur bor minyak tertua di Jamb, yang berada di Kenali Asam Bawah
Sumur bor minyak tertua di Jamb, yang berada di Kenali Asam Bawah / Hardiyansyah

JAMBI – Keberadaan sumur-sumur minyak tua di Jambi saat ini cukup banyak. Bahkan sebagian sudah tidak menghasilkan dan berfungsi sama sekali. Akibatnya, Dana Bagi Hasil (DBH) Migas Jambi terus turun.

Kepala Biro Administrasi, Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Provinsi Jambi, Masheruddin Wahab, mengatakan menyikapi masalah ini, pihaknya mendorong adanya eksplorasi sumur-sumur minyak baru, sehingga DBH Migas Jambi bisa meningkat.

“Seperti di Kenali Asam, itu tidak berfungsi lagi karena sengaja di hentikan akibat tidak lagi menghasilkan minyak,” ujarnya.

Keberadaan sumur-sumur tua tersebut, lanjut Masheruddin, jika sudah tidak berfungsi dalam aturan sebenarnya diperkenankan bagi pemerintah daerah untuk mengelolanya melalui BUMD. "Kalau tidak menghasilkan minyak lagi untuk apa dikelola," ungkap Masheruddin.

Akibatnya, saat ini Jambi mengalami penurunan hasil minyak. Maka dari itu, ia mengharapkan adanya eksplorasi baru sumur minyak. Ia beralasan, tidak akan bisa jika hanya mengharapkan eksplorasi dari sumur-sumur minyak yang sudah tua dan tak berfungsi.

"Saat ini kan cuma eksplorasi sumur-sumur tua, belum ada ekplorasi sumur baru. Jadi ya, penurunan minyak terus terjadi, tapi kalau ada eksplorasi baru mungkin produksi minyak kita bisa lebih," katanya.

Tapi yang jadi masalah, sebutnya, jika eksplorasi baru butuh anggaran yang besar. Saat ini, digambarkannya, seluruh daerah penghasil minyak di Indonesia mengalami penurunan produksi.

"Secara nasional saat ini kan cuma 850 ribu barrel perhari, kondisi tersebut menurun dari sebelumnya," tukasnya.



Penulis: Hendro
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments