Sabtu, 24 Agustus 2019

Antisipasi Peredaran Upal, Ini yang Dilakukan BI Perwakilan Jambi


Kamis, 04 Juni 2015 | 22:57:36 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI – Maraknya peredaran uang palsu (upal), khususnya jelang puasa dan lebaran, mulai diantisipasi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jambi. Antisipasi itu dilakukan dengan melakukan sosialisasi Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah (Cikur) ke kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.

Kepala BI Perwakilan Jambi, V Carlusa, mengatakan Cikur sudah disosialisasikan di daerah Bangko, selanjutnya menyusul daerah lainnya di Jambi. “Ini untuk mengantisipasi uang palsu,” ujar Carlusa, Kamis (4/6).

Sejauh ini, lanjut Carlusa, untuk temuan upal di Jambi sudah sangat banyak. Bahkan ia mengatakan hampir setiap hari ditemukan upal baik yang didapatkan dari masyarakat maupun perbankan.

“Yang menjadi korban uang palsu adalah masyarakat kecil seperti warung-warung rokok yang ada dipinggir jalan, khusunya yang penerangannya apa adanya," bebernya.

Lebih lanjut Carlusa mengatakan, saat ini upal yang banyak beredar adalah pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu. Namun Carlusa mengatakan, tidak tertutup kemungkinan ada juga pacahan Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, dan Rp 5 ribu.

“Tapi relatif kecil yang seperti itu, hanya hitungannya lembar. Tapi kalau 50 sama 100 ribu sudah berpuluh-puluh hingga beratus-ratus lembar," pungkasnya.



Penulis: Hendro
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments