Jumat, 4 Desember 2020

Penanganan Kasus Dugaan Ijazah Palsu CPNS Sungai Penuh Dihentikan


Kamis, 04 Juni 2015 | 00:27:45 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

SUNGAI PENUH – Polres Kerinci telah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terkait kasus dugaan ijazah palsu Jeje Biantara, Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kota Sungai Penuh yang lulus tahun 2013.

Dihentikannya penanganan kasus tersebut diketahui dari Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang diterima Salimin, Direktur LSM Seroja selaku pelapor. Surat tersebut tertanggal 29 Mei 2015, dengan nomor B/48/V/2015/Reskrim.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Kanit PPA Satreskrim Polres Kerinci, Ipda Ragil Titisari, tersebut ada beberapa pertimbangan yang dijadikan alasan penghentian penanganan kasus ini. Diantaranya, hasil pemeriksaan ahli pada Dikti dan ahli hukum pidana dari Universitas Jambi (Unja) dan Universitas Andalas (Unand), yang menerangkan jika kasus tersebut belum memenuhi unsure pidana.

Selain itu, berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi dari pihak kampus STIE Pelita Bangsa, Binjai, Sumatera Utara, diketahui jika ijazah dan transkrip nilai Jeje Biantara terdaftar, dan ijazahnya benar-benar asli. Penghentian penyidikan ini juga merujuk rekomendasi hasil gelar
perkara di Polda Jambi pada 12 Maret 2015.

“Saya sangat kecewa dengan penghentian penanganan kasus ini,” ujar Salimin saat dikonfimasi.

Sementara itu Kapolres Kerinci, AKBP Sri Winugroho, mengatakan sebelum dikeluarkannya SP3 ini, pihaknya telah
melakukan gelar perkara di Polda Jambi, dan hasil gelar perkara ini. “Kalau masalah SP3, itu kan hasil gelar
perkara di Polda Jambi. Hasilnya, direkomendasikan kepada kita untuk dihentikan penyidikannya,” kata Winugroho.

Ditambahkannya, sesuai dengan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 14, untuk penghentiannya dalam kurun waktu selama 14 hari. “Jadi dasarnya bukan atas kemauan dari penyidik, tapi perintah dari hasil gelar perkara,” ujarnya lagi.

“Jika memang ada yang tidak puas, silakan mengajukan gugatan ke pengdilan,” pungkasnya.




Penulis: Averman
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments