Selasa, 15 Oktober 2019

Peringkat IDI Jambi Melorot


Kamis, 04 Juni 2015 | 11:35:31 WIB


 Kericuhan yang terjadi antara pendemo dengan petugas keamanan saat unjuk rasa di Gedung DPRD Kota Jambi beberapa hari lalu.
Kericuhan yang terjadi antara pendemo dengan petugas keamanan saat unjuk rasa di Gedung DPRD Kota Jambi beberapa hari lalu. / Amril Hidayat

JAMBI – Peringkat Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Jambi yang sempat berada di posisi ke-12 se-Indonesia tahun 2012 lalu, kali ini harus turun ke peringat 18. Penurunan ini dipengaruhi tingkat aksi demonstrasi yang berujung anarkis, dimana di Jambi cukup tinggi.

Deputi Bidang Politik Kemenkopolhukam RI, Mayjend. Yoedhi Swastono, mengatakan anarkisme memicu penurunan indkes demokrasi sebanyak 4,4 poin di Jambi. “Pada tahun 2012 IDI di Jambi cukup tinggi mencapai 68,81 poin. Namun di tahun 2013 malah menurun 4,4 Poin menjadi 64, 41 poin,” ujarnya.

Selain aksi demo anarkis, indikator lainnya, kata Yoedhi, disebabkan rendahnya hak-hak politik dan malah cenderung menurun. "Kaderisasi parpol rendah. Paling hanya satu dua saja yang menjalankan kaderisasi," sebut Yoedhi.

Kemudian, kebebasan sipil juga cenderung menurun. Lalu institusi demokrasi cenderung fluktuatif. Hal lainnya kebebasan sipil dan hak-hak politik tidak sepenuhnya dalam kendali pemerintah.

"Meski begitu, nilai IDI Jambi menunjukkan demokrasi di Jambi pada tingkat sedang," katanya.

Yoedhi menjelaskan, pola fluktuatif IDI dengan tendensi menurun menandakan belum matangnya perilaku dan sikap masyarakat serta pelaku politik dalam berdemokrasi. Poin IDI di tiap daerah disusun oleh Kemenkopolhukam bekerjasama dengan BPS RI. Untuk di Jambi, nilai IDI tahun 2014 masih dalam proses‎ penyusunan dan akan segera di ekspose.

"Penyusunan IDI sudah masuk tahun keenam. Terdiri dari coding koran, dokumen, FGD, dan wawancara mendalam," bebernya.

Dikatakannya lagi, fakta IDI ini merupakan gambaran kondisi riil demokrasi di Jambi. Yoedhi berharap, semua elemen masyarakat memperbaiki kelemahan sehingga nilai IDI tahun 2014 bisa naik.




Penulis: Anton
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments