Rabu, 25 November 2020

160 Pendaki Terjebak di Puncak Kinabalu


Sabtu, 06 Juni 2015 | 11:50:52 WIB


Puncak Gunung Kinabalu
Puncak Gunung Kinabalu / Wikipedia.org

KUALA LUMPUR - Gempa gempa berkekuatan 6 skala Richter (SR) mengguncang Borneo, tepatnya Negara Bagian Sabah, Malaysia, kemarin pagi (5/6). Gempa itu mengakibatkan puncak pendakian Gunung Kinabalu longsor.

Batu-batu berguguran menuju lembah. Sedikitnya 160 turis yang sedang mendaki pun terjebak.

"Gempa yang terjadi pada pukul 07.15 waktu setempat itu mengakibatkan tanah longsor dan guguran batu granit di area yang cukup luas," kata Masidi Manjun, menteri pariwisata negara bagian (setingkat kepala dinas pariwisata).

Sebagian pendaki yang terjebak di puncak saat gempa terjadi, menurut dia, terluka. Untung, tidak ada korban tewas dalam bencana alam tersebut.
 
Sampai kemarin sore, pemerintah setempat berusaha mengevakuasi para wisatawan yang terjebak di puncak gunung. Sebagian di antaranya adalah turis asing.

"Mereka terjebak karena jalur pendakian putus akibat gempa. Tanah longsor dan guguran batu juga membuat mereka tidak berani ke mana-mana," ungkap Masidi. Kini, evakuasi sekitar 160 pendaki itu menjadi prioritas utama tim penyelamat.
 
Sebenarnya, menurut Masidi, ada lebih dari 200 turis yang sedang mendaki Puncak Kinabalu saat gempa mengguncang. Tapi, sekitar 40 wisatawan berhasil menuruni lembah dan kembali ke lokasi aman.

"Ini misi penyelamatan yang sangat berisiko. Kami tidak bisa mendaratkan helikopter di sana karena jarak pandang yang sangat terbatas. Padahal, jalur pendakian terputus," katanya.
 
Empat wisatawan, kabarnya, mengalami luka yang cukup serius. Yakni, luka di bagian kepala dan patah tulang. Masidi menyatakan, proses evakuasi akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Karena itu, dia memerintah tim khusus mengirimkan makanan dan obat-obatan serta pakaian hangat atau selimut ke puncak. Saat malam, udara di puncak biasanya sangat dingin dan bisa membekukan.
 
Puncak Kinabalu yang terletak di kawasan Taman Nasional Kinabalu, situs warisan dunia versi UNESCO, itu merupakan salah satu tujuan favorit wisatawan, baik asing maupun domestik.

Sebab, jalur pendakian yang relatif landai memungkinkan seluruh wisatawan berjalan hingga ke puncak. Bahkan, mereka yang usianya masih muda dan kondisi tubuhnya sangat fit bisa mencapai puncak tanpa alat bantu.


Penulis: AP/AFP/hep/c23/ami
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: JPNN

TAGS:


comments