Sabtu, 24 Agustus 2019

Dea Ananda Grogi di Depan Kamera


Senin, 01 Juni 2015 | 13:25:22 WIB


Dea Ananda Grogi di Depan Kamera
Dea Ananda Grogi di Depan Kamera / Instagram Dea Ananda

JPNN.com JAKARTA – Dea Ananda sejak tahun 2008 absen main film. Tujuh tahun tak berakting di depan layar kaca, begitu kembali, ternyata itu membuat mantan personel Trio Kwek Kwek itu merasa grogi.

“Untung ada acting coach. Di sini semuanya asyik. Aku senang banget. Jadi, aku bisa ekspresif dan bisa menyalurkan hobi aku,” ungkap Dea, ketika ditemui di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, belum lama ini.

Setelah lama meninggalkan dunia hiburan Tanah Air, Dea Ananda siap menggebrak dunia perfilman nasional dengan film terbarunya berjudul Halusinasi.

Dalam film yang diproduseri Shanker ini, Dea menemukan tantangan tersendiri dalam come backnya ke dunia hiburan.

“Aku di sini namanya Hani, anak gaul Jakarta yang tinggal di apartemen mewah. Pekerjaannya enggak jelas, tapi dia sukses. Tapi, dia sering dijailin sama temannya,” ungkap istri Arie ’Nidji’ tersebut.

Karena sebal diusilin terus-menerus oleh teman-temannya, Hani pun berniat untuk membalas dendam. “Pas main ke Bali, Hani bertemu pasangan yang lagi menggunakan magic mushroom, terus ada yang berhalusinasi. Aku sih bukan nyobain, tetapi mau balas dendam ke teman aku,” tuturnya.

Simpel, menarik, dan penuh pesan moral yang membuat Dea tertarik untuk come back bermain dalam film  Halusinasi.

Dalam film bergenre thriller  ini, ia akan beradu akting dengan Nabel Mahadewi. Nabel akan menjadi sahabat baiknya yang malah terkena imbas balas dendam Dea.

“Nabel datang ke Jakarta, tapi dia enggak ngabarin. Kemudian, dia datang ke apartemen aku. Dia makan mushroom  itu. Jadi, aku menyelamatkan sahabat aku,” ceritanya.

Lalu, apa yang membuat Dea akhirnya mau come back dalam film ini?

“Di sini, aku suka ceritanya, simpel tapi menarik. Ini enggak sekadar seram, tetapi ada pesan moral. Seperti di sini aku jadi kakak, tetapi harus bisa mengurus adiknya. Enggak boleh mikirin diri sendiri,” pungkasnya.


Penulis: apa/awa/opi/jpnn
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: JPNN

TAGS:


comments