Sabtu, 19 Oktober 2019

SMARTRIM, Pelindung Kendaraan dari Benturan saat Parkir


Selasa, 26 Mei 2015 | 11:22:15 WIB


SMARTRIM, Pelindung Kendaraan dari Benturan saat Parkir.
SMARTRIM, Pelindung Kendaraan dari Benturan saat Parkir. / Giz,ag

CUKUP banyak kendaraan yang diproduksi dengan berbagai fitur dan teknologi untuk membantu keamanan, keselamatan, dan kenyamanan.Tidak jarang teknologi itu membuat pemilik merasa lebih ribet dan terganggu. Salah satunya adalah sensor parkir yang terpasang di kendaraan.

Sensor tersebut kerap menimbulkan kebisingan. Padahal, jarak kendaraan dengan objek di belakangnya masih jauh.

Fitur itu justru membuat orang di sekitarnya terganggu. Kini ada satu alat yang bisa membantu pengemudi memarkir kendaraan tanpa kebisingan dan dijamin aman.

SmartRim bisa mengubah segalanya. SmartRim merupakan sensor yang menggunakan metode ultrasound yang bisa terhubung dengan aplikasi di smartphone.

Sebagaimana dikutip Ohgizmo, alat itu dipasangkan di sekitar empat ban mobil. Pemasangannya tidak menggunakan kabel yang berseliweran seperti sensor pada umumnya.

Selanjutnya, pemasangan akan dibarengi pengunduhan aplikasi untuk menghubungkan atal tersebut dengan smartphone.

SmartRim juga menambahkan fitur yang berupa accelerometers yang bisa menyampaikan pesan kepada pengemudi saat ban menyentuh benda asing yang membahayakan atau saat kendaraan berputar dalam kondisi yang tidak sigap.

SmartRim tidak menggunakan baterai rechargeabled. Alat itu malah menggunakan baterai AA yang biasa digunakan pada remote AC, televisi, atau  home theater.

Dalam sekali beli, baterai tersebut mampu digunakan untuk memarkir kendaraan 1.000 kali.

Kini SmartRim masuk proyek penggalangan dana Indiegogo. Rencananya, satu set (empat SmartRim) dibanderol seharga USD 345 atau sekitar Rp 4,4 juta.

Bila kantong tidak terlalu tebal, Anda bisa membeli sepasang atau dua unit SmartRim senilai USD 179 atau Rp 2,3 juta. Cukup mahal memang. Meski demikian, itu sebanding dengan manfaat yang bisa didapat.


Penulis: ogz/awa/rif/jpnn
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: JPNN

TAGS:


comments