Minggu, 29 Mei 2022

Pemberantasan Prostitusi Belum Menyentuh Penyedia Tempat

Jumat, 26 Juni 2015 | 10:39:33 WIB


Suasana pengamanan penutupan pucuk oleh aparat, beberapa waktu lalu.
Suasana pengamanan penutupan pucuk oleh aparat, beberapa waktu lalu. / Hardiyansyah

JAMBI – Dalam beberapa waktu belakangan ini tim dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Sosnaker) Kota Jambi, gencar melakukan razia dalam rangka penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Jambi Nomor 2 tahun 2014 tentang Pemberantasan Pelacuran dan Tindakan Asusila.

Hasilnya, sejumlah pelaku berhasil dijaring, dan disidangkan di pengadilan. Namun sejauh ini, yang diproses baru sebatas pelaku, sedangkan penyedia tempat masih belum tersentuh. Padahal, sesuai Perda Nomor 2 tahun 2014 tersebut, penyedia tempat bisa dikenakan sanksi 6 bulan kurungan atau denda Rp 50 juta.

Kepala Satpol PP Kota Jambi, Irwansyah, mengakui jika belum ada pemilik atau penyedia tempat yang ditindak. Alasannya, kata Irwansyah, karena pihaknya belum menemukan bukti bahwa tempat tersebut menyediakan fasilitas atau tempat untuk melakukan pelacuran dan tindakan asusila.

"Yang sekarang kan mereka sewa untuk menginap, bukan untuk pelacuran atau tindakan asusila,” katanya.

Dijelaskannya, pemilik tempat baru bisa ditindak dan disidang ketika sudah ada bukti yang menguatkan bahwa tempat tersebut sengaja menyediakan sarana dan prasaran untuk tindakan tersebut. Sejauh ini, menurutnya, dari semua razia yang dilakukan belum ada tempat yang berulang kali kedapatan pasangan mesum di dalamnya.

"Yang berulang kali belum pernah. Kalau kedapatan yang sudah-sudah, pemilik tempat tetap kita mintai keterangan saja," ujarnya.



Penulis: Amril Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments