Selasa, 28 September 2021

Polisi Diduga Salah Sasaran

Minggu, 28 Juni 2015 | 20:32:08 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI – Kejadian tidak mengenakkan dialami oleh Muammar Sholihin (23), wartawan salah satu media cetak di Kota Jambi. Sabtu (27/6) kemarin, ia dikejutkan dengan kedatangan sejumlah aparat kepolisian ke kediamannya di RT 10 Kelurahan Penyengat Rendah, Kecamatan Telanaipura.

“Sekitar delapan orang (polisi, red) yang datang. Rumah sayo dikepung. Kato (polisi, red)-nyo, dapat info dari warga kalau rumah sayo jadi tempat transaksi narkoba,” ujar pria yang akrab disapa Iin tersebut.

Pengakuan Iin, ia sangat terkejut dengan kedatangan aparat kepolisian tersebut. Apalagi salah seorang diantaranya, mengatakan jika ia sudah lama manjeadi Target Operasi (TO) kepolisian, terkait kasus penyalahgunaan narkoba.

“Pengakuan mereka (polisi, red) yang jadi TO tu namonyo Sholihin, mirip namo sayo. Tapi waktu itu sayo bilang, kalau yang namo Sholihin di sini (RT 10 Penyengat Rendah, red) banyak, bukan sayo sajo,” sebut Iin.

Meski kaget, namun Iin mengatakan ia tetap mempersilakan jika polisi mau menggeledah kediamannya. Namun saat itu, kata Sholihin, aparat kepolisian yang datang tidak melakukan penggeledahan, setelah mengetahui jika ia bekerja sebagai jurnalis.

“Waktu itu sayo jugo lah bilang, sayo ni bukan pemakai, apolagi bandar narkoba. Sayo wartawan. Ketiko tahu sayo wartawan, mereka dak mau menggeledah,” beber Iin.

Ditanyakan apakah saat itu aparat kepolisian yang datang membawa surat perintah penangkapan serta penggeledahan, Iin tidak dapat memastikannya. “Sayo sempat ditunjukkan surat, tapi dak sempat sayo baco. Soalnyo dipegang polisinyo,” pungkasnya.




Penulis: Ikbal Ferdiyal
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments