Rabu, 1 Desember 2021

Ancaman Untuk Go-Jek, Mulai Dipukuli Hingga Motor Dibakar

Rabu, 24 Juni 2015 | 15:02:38 WIB


Para driver Go-Jek
Para driver Go-Jek / JPNN

JAKARTA-‎Para tukang ojek yang tergabung di Go-Jek kini dilanda kecemasan saat menjalani pekerjaannya. Pasalnya, para tukang ojek konvensional menaruh kecemburuan pada sejawatnya yang bernaung di Go-Jek.

Kecemburuan itu bahkan sudah menjurus pada tindakan anarkis. "‎Dua hari lalu di kawasan UI Depok katanya ada motor Go-Jek yang dibakar. Enggak tahu deh drivernya mungkin dipukuli juga, jadi kami harus hati-hati sekarang," ujar driver Go-Jek, Ismail pada JPNN, Rabu (24/6).

Kejadian itu tentu menimbulkan kekhawatiran di hati Ismail. Karena itu, dia kini tak lagi mengenakan jaket maupun helm berlambang Go-Jek saat menjemput penumpangnya. Namun, penumpangnya tetap mengenakan helm berlogo Go-Jek.

"Untuk sementara waktu saya enggak pakai seragam dulu. Sampai suasana tenang. Soalnya sekarang masih rawan," imbuh Ismail.

Hal yang sama juga dirasakan Faisal Pabuaran. Pria yang biasa beroperasi di wilayah Salemba itu bahkan tidak berani mengangkut atau menurunkan penumpang di sekitar pangkalan tukang ojek konvensional.

"Jadi kalau janjian sama penumpang saya minta jauh dari pangkalan. Nuruninnya juga gitu. Daripada digebukin. Mending cari aman aja deh," kata Faisal.

Faisal menyesalkan adanya kecemburuan itu. Menurutnya, ojek biasa tak perlu bersikap iri karena Go-Jek tidak asal mengambil penumpang di jalanan. Mereka hanya mengambil penumpang berdasarkan pesanan.  

Karena itu, kecemburuan tersebut dianggapnya sebagai hal yang salah alamat. “Itu semua terserah dari pilihan penumpang. Mau pakai Go-Jek atau ojek biasa. Bukan kami yang minta dipesan," tutur Faisal.


Penulis: flo/jpnn
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments