Kamis, 18 Agustus 2022

AJAIB... Korban Pesawat Jatuh, Ibu dan Bayinya Selamat setelah Bertahan 5 Hari di Hutan Belantara

Jumat, 26 Juni 2015 | 10:23:08 WIB


Nelly Murillo dan bayinya (dalam pelukan penyelamat) yang ditemukan di hutan belantara di Kolombia setelah lima hari kecelakaan pesawat.
Nelly Murillo dan bayinya (dalam pelukan penyelamat) yang ditemukan di hutan belantara di Kolombia setelah lima hari kecelakaan pesawat. / AFP

BOGOTA - Nelly Murillo, 18, benar-benar merasakan nyatanya sebuah keajaiban. Pesawat yang ditumpanginya terjatuh lima hari lalu di tengah hutan belantara di barat laut Kolombia.

Si pilot tewas. Murillo dan putranya yang belum genap setahun, Yudier Moreno, berhasil selamat. Keduanya bertahan hidup selama lima hari di dalam hutan sebelum akhirnya Rabu (24/6) ditemukan tim penyelamat.

"Ini adalah sebuah keajaiban. Di hutan ini banyak binatang buas," ujar Komandan Angkatan Udara Kolombia di Departemen Antioquia Kolonel Hector Carrascal Kamis (25/6).
    
Pengalaman yang tidak bakal dilupakan Murillo itu berawal saat kepergiannya ke Kota Nuqui dari Quibdo Sabtu (20/6). Selama ini memang ada burung besi yang bisa disewa untuk mengantarkan penduduk ke daerah-daerah pedalaman yang cukup jauh.

Entah apa yang terjadi, pesawat Cessna 303 yang mereka tumpangi terjatuh tepat di tengah hutan belantara. Pilot Kapten Carlos Mario Ceballos tewas di lokasi kejadian.

Mengetahui ada pesawat yang hilang kontak, tim penyelamat melakukan pencarian. Begitu puing pesawat ditemukan, di dalamnya hanya ada pilot yang sudah tidak bernyawa. Di dalam burung besi tersebut, ditemukan sebuah mainan. Pintu bagian penumpang terbuka. Itu memberikan petunjuk kepada mereka bahwa ada penumpang dan kemungkinan berhasil keluar dengan selamat.
    
Proses pencarian pun dilakukan. Ada 14 anggota pasukan angkatan udara dari Departemen Antioquia Kolombia yang diterjunkan. Hingga beberapa hari, Murillo dan Morena tidak kunjung ditemukan. Mereka hampir saja putus asa dan menyerah. Namun, tiba-tiba tebersit ide memancing Murillo untuk mendekati tim penyelamat. Mereka meneriakkan namanya dengan pengeras suara.

Tim penyelamat berharap jika memang masih hidup, Murillo bisa mendengar ketika namanya diteriakkan melalui pengeras. Dengan begitu, dia akan mendatangi asal suara tersebut. Benar saja, pada hari kelima, Murillo akhirnya ditemukan di dekat area jatuhnya pesawat.

Padahal, saat itu tim pencari sudah memutuskan akan menghentikan operasi jika Murillo tetap tidak ditemukan. Tidak dijelaskan dengan pasti apakah Murillo kembali mendatangi reruntuhan pesawat karena mendengar namanya dipanggil-panggil dengan keras.
    
"Dia menderita luka bakar ringan, sedangkan putranya tidak terluka sama sekali," terang Carrascal. "Semangat ibunya pasti telah memberikan kekuatan kepadanya (Moreno, Red) untuk bertahan," tambahnya.

Murillo dan putranya langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat dengan helikopter. Tim penyelamat yang diterjunkan belum sempat menanyakan cara Murillo bisa bertahan hidup selama lima hari dan menghindari binatang buas. Saat ini, penyelidikan terkait penyebab jatuhnya pesawat tersebut masih diselidiki.


Penulis: AFP/Mirror/The Guardian/sha/c6/ami
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: JPNN.COM

TAGS:


comments