Rabu, 4 Agustus 2021

Tahun Ini Jumlah Pemudik Diprediksi Meningkat 1,96 Persen

Jumat, 03 Juli 2015 | 10:08:53 WIB


Para pemudik jalur darat di terminal pemberangkatan Bus
Para pemudik jalur darat di terminal pemberangkatan Bus / Hardiyansyah

JAMBI - Dinas Perhubungan Provinsi Jambi memprediksi pemudik lebaran tahun ini mengalami peningkatan sebesar 1,96 persen di setiap jenis angkutan. Ini dikatakan Kabid Perhubungan Darat Dishub Provinsi Jambi, Amsyarnedy.

Disebutkannya, pemudik jalur darat yang datang ke Jambi diprediksi sebanyak 165.772 orang, dan yang berangkat sebanyak 191.673 orang. Kemudian pemudik jalur sungai yang datang sebanyak 17.525 orang, dan berangkat sebanyak 14.451 orang.

Sedangkan pemudik jalur laut yang datang sebanyak 2.900 orang dan yang berangkat sebanyak 1.630 orang. Sementara pemudik jalur udara, yang datang sebanyak 32.315 orang dan yang berangkat 34.400 orang.

"Diprediksi terjadi kenaikan jumlah penumpang sebesar 1,96 persen di semua jalur angkutan, baik darat, sungai, laut, maupun udara," kata Amsyarnedy.

Dikatakannya lagi, suasana mudik lebaran tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya, yang mana tahun lalu armada mudik baru di lepas H-7, namun tahun ini H-15 hingga H+9 armada sudah siap mengangkut pemudik.

Daerah yang menjadi tujuan utama pemudik dari luar Jambi, kata Amsyarnedy, yakni Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Merangin. Sedangkan daerah lain di Jambi masih relatif. Soal tarif angkutan khusus kelas ekonomi, Amsyarnedy menyakini, tidak ada kenaikan, sebab Pemprov  Jambi dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur sudah menetapkan tarif ambang atas dan bawah.

Namun untuk tarif non ekonomi, disesuaikan dengan pangsa pasar. "Tidak ada Tuslah, yang ada tarif atas dan bawah. Untuk AKDP tarif batas bawah sebesar Rp135 per penumpang per kilometer, dan tarif batas atas sebesar Rp 215 per penumpang per kilometer. Sedangkan tarif batas bawah/standar, untuk angkutan udara berpatok pada penerbangan Garuda yakni Rp 659.0200," jelasnya.

"Dan untuk non ekonomi kita minta pengusaha tidak memberatkan konsumen. Kita minta pengusaha tidak menaikan tarif lebih dari 20 persen dari harga biasa," pungkasnya.


Penulis: Hendro
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments