Senin, 27 Mei 2019

Astaga TKI Sampang Disiksa dan Disekap di Yaman, Ini Fotonya


Selasa, 07 Juli 2015 | 11:10:36 WIB


LEBAM: Dewi Wulandari, TKI asal Dusun Buraje, Desa Robatal, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang yang disiksa di Yaman.
LEBAM: Dewi Wulandari, TKI asal Dusun Buraje, Desa Robatal, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang yang disiksa di Yaman. / Istimewa

SAMPANG - Kabar menyedihkan terkait nasib tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri kembali muncul. Kali ini nasib kurang baik menimpa Dewi Wulandari, TKI asal Dusun Buraje, Desa Robatal, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang. Dia dikabarkan telah disekap dan disiksa di Yaman.

Dewi dikabarkan menjadi korban tindak kekerasan adik ipar sendiri. Karena peristiwa tersebut, Dewi dilaporkan mengalami luka memar cukup parah, terutama di bagian wajah.

Dewi mendapat perlakuan buruk dari adik ipar karena tak mau melayani nafsu bejatnya. Karena marah, si adik ipar menyiksa dan menyekap Dewi di dalam kamar.

Pelaku juga mengancam membunuh korban jika membocorkan peristiwa tersebut .

Untung, penyekapan yang terjadi pada 30 Juni lalu itu tidak berlangsung lama. Korban lalu menghubungi anggota keluarganya di Madura melalui telepon seluler. Mendengar peristiwa tersebut, keluarga korban yang berada di Madura resah dan berupaya memulangkan Dewi ke tanah air.

Tetapi, hingga kemarin (6/7), ibu Dewi, Jumani, 40, belum mendapatkan kejelasan soal nasib anaknya. Jumani terus berdoa dan berjuang agar anaknya bisa pulang ke Sampang. Kemarin pagi dia mendatangi kantor bupati untuk meminta bantuan dalam menyelamatkan putrinya.

Dengan didampingi Tamsul, aktivis Madura Development Watch (MDW), Jumani menemui Wakil Bupati (Wabup) Fadhilah Budiono. Ibu enam anak tersebut menceritakan kasus yang menimpa anaknya di Yaman.

Menurut Jumani, dirinya dan pihak keluarga lain sudah tidak bisa berkomunikasi dengan Dewi setelah anaknya mendapat ancaman pembunuhan.

''Saya harap pemerintah mau membantu memulangkan anak saya. Dia (Dewi, Red) mengalami kekerasan dari iparnya sendiri. Saya ke sini mau minta tolong,'' katanya sambil meneteskan air mata.

Wabup Fadhilah Budiono sempat berkomunikasi melalui telepon dengan Samsul, saudara Dewi yang ada di Jakarta. Samsul menceritakan secara detail kronologi kejadian yang dialami Dewi. Setelah menerima informasi via WhatsApp (WA) dari Dewi, Samsul melaporkan kekerasan tersebut ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) di Jakarta.

Fadhilah mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu kabar dari Kemenlu soal keberadaan Dewi. Sebab, tempat tinggal Dewi belum diketahui. ''Saat ini masih dilakukan pencarian kediaman Dewi di Yaman oleh tim relawan,'' ujarnya.


Penulis: ful/dry/hud/mas/dwi
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: JPNN.COM

TAGS:


comments