Jumat, 7 Agustus 2020

BMKG: Jambi Masih Waspada Kabut Asap


Kamis, 23 Juli 2015 | 23:33:19 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI – Kebakaran hutan atau lahan di Provinsi Jambi diperkirakan masih terjadi. Ini ditandai dengan masih terpantaunya sejumlah titik panas oleh satelit Aqua Terra milik Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi.

Bahkan pihak BMKG meminta agar masyarakat Jambi tetap waspada, karena kabut asap masih saja mengintai. Apalagi di sejumlah wilayah di provinsi tetangga kebakaran lahan juga masih terjadi.

Dwi Atmoko, prakirawan BMKG Jambi mengatakan, kabut asap tidak hanya berasal dari kebakaran hutan di Jambi saja, melainkan karena adanya kiriman dari provinsi tetangga. “Kita harus waspada terhadap kabut asap kiriman dari tetangga, seperti Sumatera Selatan yang saat ini lebih banyak terdapat titik api," kata Dwi, Kamis (23/7).

Apalagi saat ini, sambung Dwi, angin sering berhembus dari wilayah selatan ke barat dan utara. “Jadi, jika ada titik api di Jambi yang berpotensi asap, akan terbawa angin ke arah barat dan utara. Sedangkan asap yang ada di Selatan, akan terbang ke arah Jambi," jelasnya.

Lebih lanjut Dwi mengatakan, jumlah titik panas yang terpantau hari ini sebanyak 28 titik. Jumlah tersebut meningkat dari sehari sebelumnya, yang hanya terpantau 18 titik panas.

Dwi menyebutkan, titik panas tersebut terpantau di Muaro Jambi sebanyak 16 titik, Batanghari 3 titik, Tanjung Jabung Timur 5 titik, Tebo 3 titik, serta Merangin 1 titik. Sedangkan di Sumatera Selatan terdapat lebih banyak titik api, yakni terdapat 49 titik api.

“Inilah yang berpotensi penyumbang asap ke Jambi melihat dari arah angin saat ini," jelasnya.

Dikatakannya lagi, kondisi ini diprediksi masih akan terus terjadi hingga beberapa hari ke depan. Apalagi musim panas diprediksi hingga September mendatang.

“Saat ini juga di daerah paling besar terdapat titik panas tidak mengalami hujan, jadi diprediksi titik panas masih akan bertambah," katanya.

“Namun harus kita ketahui, tidak semua titik panas adalah titik api yang berpotensi kebakaran dan asap. Kalau titik panas seperti yang dideteksi oleh NOAA, bisa saja adalah atap rumah atau seng yang panas, tapi kalau titik api dipastikan adalah kebakaran atau dari api," pungkasnya.




Penulis: Hendro
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments