Senin, 26 Agustus 2019

Berhasil Gaet BCL Main Film Lagi


Sabtu, 25 Juli 2015 | 10:33:24 WIB


Pemeran Film Tiga Srikandi
Pemeran Film Tiga Srikandi / Fedrik Tarigan/Jawa Pos

SUTRADARA Iman Brotoseno membuat film biopik berjudul 3 Srikandi.  Film ini terinspirasi dari prestasi tiga atlet perempuan panahan kebanggaan Indonesia, yakni Nurfitriyana Saiman, Kusuma Wardhani, dan Lilies Handayani, yang berhasil membawa pulang medali perak di ajang Olimpiade Seoul, Korea Selatan (Korsel), pada 1988. Film tersebut digadang-gadang menjadi biopik Indonesia terbesar yang menutup 2015.

Jumat (24/7), di Lapangan Utama Buperta Cibubur, Jakarta Timur, film tersebut menjalani proses produksi keenam sejak awal Juli lalu. Tampak di tengah-tengah lokasi syuting, para pemeran berkonsentrasi berakting. Mereka itu, antara lain, Bunga Citra Lestari (BCL), Chelsea Islan, Tara Basro, dan Reza Rahardian.

BCL, Chelsea, dan Tara masing-masing memerankan Nurfitriyana atau Yana, Kusuma, dan Lilies. Sementara itu, Reza memerankan pelatih Donal Pandiangan yang dahulu sering disebut sebagai Robin Hood-nya Indonesia.

Sutradara Iman mengatakan, film dari rumah produksi Multivision Plus Pictures tersebut bakal menjadi film layar lebar yang menginspirasi masyarakat. ’’Kenapa dipilih cabang olahraga panahan karena panahan Indonesia ternyata dahulu pernah memberikan kebanggaan yang luar biasa,’’ kata dia.

Sebanyak 80 persen cerita 3 Srikandi yang rencananya dirilis pada 24 Desember sesuai dengan perjuangan tiga atlet panahan perempuan legendaris tersebut. ’’Sisanya, 20 persen, adalah drama,’’ ujarnya.

Tidak hanya mengkisahkan tiga atlet, film yang ditaksir menelan dana miliaran rupiah tersebut juga banyak menyinggung kehidupan sang pelatih. Lalu, cerita apa yang ditonjolkan dari sosok Donal?

’’Donal adalah orang yang paling berpengaruh terhadap ketiga atlet. Dia berkarakter keras dan berambisi. Dia pernah punya cita-cita yang gagal diraih karena batal ikut di Olimpiade Moskow,’’ ungkap Iman.

Membuat film yang mengangkat prestasi cabang olahraga panahan Indonesia pada masa lalu tidaklah mudah. Iman membutuhkan riset enam bulan untuk mengumpulkan bahan pembuatan 3 Srikandi.

’’Harus cari bukunya ke sana kemari. Malah harus pergi ke Korea karena bahan yang akurat tentang Olimpiade saat itu justru lebih banyak di sana. Di Indonesia sulit dicari dokumentasinya,’’ tuturnya.

Menurut dia, sudah tepat melibatkan BCL, Chelsea, Tara, dan Reza. Saking yakinnya, Iman mengatakan bahwa pemilihan para pemain, kecuali Reza, tanpa proses casting.

Selain sang sutradara, para pemain sangat antusias dalam pembuatan film tersebut. Misalnya, BCL merasa mendapat pengalaman berharga bermain di film ini. ’’Awalnya aku memang tidak tahu tentang prestasi panahan Indonesia ini. Tapi, setelah proses reading, aku kagum dengan prestasi mereka,’’ ujar istri Ashraf Sinclair itu.

Pada sebuah kesempatan wawancara, BCL mengatakan akan vakum dahulu dari layar lebar. Itu dilakukan karena orang masih melihat dia sebagai Ainun di film Habibie & Ainun.

Karakter tersebut terlalu kuat menempel di dirinya. Ternyata, yang berhasil membuatnya bermain film lagi adalah peran sebagai Nurfitriyana Saiman.

’’Ini sangat berbeda. Biasanya aku main film drama dan anggun-anggun. Tapi, sekarang jadi seorang atlet,’’ katanya dengan bangga.

Sementara itu, Chelsea membutuh upaya ekstrakeras untuk perannya kali ini. Dia bahkan telah menjalani latihan khusus panahan selama empat bulan.

’’Banyak yang saya pelajari. Ternyata busur itu berat. Berat tarikannya saja 12 kilogram. Itu belum termasuk berat busurnya,’’ katanya antusias.


Penulis: dod/c4/jan
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: JPNN.COM

TAGS:


comments