Minggu, 26 Mei 2019

Terungkap! Turki Main Mata dengan ISIS soal Minyak, AS dan Syria pun Geram


Selasa, 28 Juli 2015 | 11:12:13 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

TURKI tiba-tiba semakin gencar melancarkan serangan ke pusat-pusat kekuatan ISIS. Sebuah temuan baru dari hasil operasi militer Amerika Serikat, bisa mengungkap alasan di balik serangan Turki terhadap kelompok militan yang berbasis di Irak dan Syria itu.

Mei lalu, pasukan Amerika Serikat menyerang markas ISIS di Deir ez-Zor, Syria. Abu Sayyaf adalah target utama operasi tersebut. Target tewas dan dalam operasi itu ditemukan sejumlah dokumen rahasia ISIS yang mengejutkan.

Ternyata, ISIS sudah sering melakukan perjanjian, jual beli, penyelundupan dan perdagangan minyak dengan Turki. Itu terungkap dalam dokumen-dokumen yang ditemukan dalam operasi tersebut. ISIS memasok minyak ke sejumlah pejabat di Turki.

Selama enam bulan terakhir, sejumlah pejabat Turki telah membeli minyak dari militan IS yang per harinya diperkirakan melibatkan perputaran uang mencapai $1juta - 4juta (setara Rp13 - 54 miliar) per hari.

"Perdagangan minyak antara ISIS dan Turki. Apakah ini bukti aliansi antara kedua pihak," bunyi laporan The Guardian, Senin (27/7).

Seorang pejabat senior AS yang terkait dengan operasi itu juga mengungkap, dokumen itu menunjukkan adanya kontak lansung antara pejabat Turki dengan petinggi ISIS lewat meja-meja perundingan.

"Ada Ratusan flash drive dan dokumen yang disita di sana," kata pejabat kepada Observer, yang dilansir dari Ara News, Selasa (28/7).

"Ini semua sedang dianalisis. Namun jelas, semua ini bakal memiliki implikasi kebijakan yang sangat besar untuk hubungan kami (AS) dan Ankara (Turki)," sebut pejabat tersebut.

Sementara seorang politikus Syria, Ibrahim Mohammed menilai, terungkapnya dokumen tersebut membuktikan adanya hubungan langsung berupa kerja sama antara pihak Turki dengan ISIS. "Turki tidak konsisten. Dalam sebuah tingkat yang berbeda, terjadi kerja sama terkait minyak. Apakah serangan baru-baru ini ke Syria termasuk untuk menghilangkan sejumlah barang bukti? Saya yakin dunia tidak akan mengampuni Turki untuk permainan ganda mereka di Syria," ketus Ibrahim.


Penulis: adk/jpnn
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments