Senin, 8 Maret 2021

Siap-siap, Polandia Akan Sambut Pemuda dan Mahasiswa Indonesia


Jumat, 06 November 2015 | 14:35:30 WIB


 Tampak salah satu poster/baliho yang terpampang di pinggir jalan utama Kota Krokaw, Polandia, menjelang tahun Pemuda International yang akan berlangsung pada tanggal 26-31 Juli 2016.
Tampak salah satu poster/baliho yang terpampang di pinggir jalan utama Kota Krokaw, Polandia, menjelang tahun Pemuda International yang akan berlangsung pada tanggal 26-31 Juli 2016. / DOK.Hermawi Taslim for JPNN.com

KROKAW – Menjelang tahun Pemuda International yang akan berlangsung pada tanggal 26-31 Juli 2016 di Krokaw, Polandia, sudah mulai terasa suasa penyambutan hangat dari panitia setempat. Hal itu terlihat melalui berbagai baliho dan ucapan selamat yang terpampang di jalan-jalan utama Kota Krokaw, khususnya di sekitar kawasan Kapel St. Faustina, yang merupakan tempat ziarah utama umat Katolik yang datang dari berbagai penjuru dunia.   

Suasana hangat di Krokaw itu, disampaikan oleh Ketua Forum Komunikasi Alumni Perhimpuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (FORKOMA PMKRI) Hermawi Fransiskus Taslim dari Krokaw, Polandia melalui siaran persnya, Jumat (6/11).

Dalam kunjungan di Krokaw pada hari Selasa, 3 November 2016, Taslim mengaku sempat berdialog dengan salah seorang panitia lokal yang sangat antusias mempersiapkan tahun pemuda yang akan dibuka oleh Paus Fransiskus itu.

“Kami siap menyambut para pemuda dari negara Anda,” ujar salah seorang panitia dengan penuh persahabatan, seperti disampaikan Hermawi Taslim.

Menurut Taslim, ia sengaja menyempatkan diri berkunjung ke Krokaw untuk membicarakan rencana keberangkatan delegasi  alumni muda PMKRI dalam jumlah yang agak besar. Delegasi  itu, lanjut Taslim, juga akan diikuti perwakilan Kelompok Cipayung (Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).  Delegasi itu akan dipimpin oleh Stefanus Asat Gusma, Ketua Bidang Pemuda dan Mahasiswa FORKOMA PMKRI.

Lebih lanjut, Taslim menjelaskan kehadiran alumni Kelompok Cipayung ditengah-tengah perwakilan pemuda seluruh dunia penting sekali maknanya untuk menunjukan bahwa  Pluralisme Indonesia sudah sampai pada tahap implementasi. “Kebersamaan kita sudah sampai pada level operasional bukan sekedar wacana,” tegas Taslim.

Pada bagian lain, Taslim juga menggarisbawahi rumusan akhir Konperensi International 50 Tahun Ensiklik Nostra Aetate yang baru saja ia ikuti di Universitas Gregoriana, Roma, Italia. Salah satunya menekankan betapa pentingnya menjaga harmoni kehidupan umat manusia ditengah-tengah penghormatan terhadap keberagaman atau pluralisme.


Penulis: fri/jpnn
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: JPNN.COM

TAGS:


comments