Minggu, 15 September 2019

Selebriti Ikut Mengincar Kursi


Kamis, 30 Juli 2015 | 11:08:23 WIB


Pasha UNGU saat melaporkan laporan hartanya ke KPK, sebagai syarat pencalonan di pilkada.
Pasha UNGU saat melaporkan laporan hartanya ke KPK, sebagai syarat pencalonan di pilkada. / dok.JPNN

JAKARTA - Sejumlah artis maju menjadi calon kepala daerah. Mereka hendak mengadu nasib di pilkada kali ini mengikuti jejak sejumlah pendahulunya yang telah sukses memenangkan pilkada. Mereka tidak hanya mengandalkan popularitas, namun juga keyakinan bahwa mereka mampu memimpin daerah pemilihannya.
       
Hingga tadi malam, ada enam calon yang yang berlatar belakang sebagai selebriti. Diantara enam calon berlatar belakang selebriti yang maju, lagi-lagi calon dari Partai Amanat Nasional mendominasi.

Lekat dengan sebutan "Partai Artis Nasional", di pilkada serentak 2015 ini setidaknya ada empat calon yang diajukan oleh PAN. Mulai dari Zumi Zola di pilgub Jambi, Pasha Ungu sebagai calon wakil walikota Palu, Emil Dardak sebagai calon bupati Trenggalek, hingga Helmi Yahya di pilkada Ogan Ilir.
      
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menampik jika PAN mencalonkan banyak artis di pilkada 2015. Menurut Zulkifli, yang murni berlatar belakang artis saat ini adalah Pasha, sementara sosok yang lain sudah memiliki pengalaman di berbagai bidang.
      
"Dari 269 daerah yang maju pilkada, yang maju ya cuma satu, si Pasha," terang Zulkifli.
 
Menurut Zulkifli, sosok Zumi Zola sudah sukses sebagai Bupati Tanjung Jabung Timur. Sudah saatnya bagi dia dicalonkan sebagai calon Gubernur. Sosok Helmi Yahya selain artis cenderung sebagai seorang produser acara yang sukses.

Sementara Emil Dardak, dipilih di Trenggalek karena merupakan tempat kelahiran Ayahnya, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak. Hal yang sama juga berlaku terhadap Pasha.
      
"Pasha kan kader PAN. Dia itu putra daerah (di Palu), diminta untuk membangun daerahnya untuk menjadi kepala daerah," ujarnya.
      
Zulkifli menilai, tidak perlu membeda-bedakan latar belakang calon kepala daerah. Saat ini, calon kepala daerah berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari incumbent, anggota dewan, TNI, Polri, pegawai negeri, termasuk artis. Semuanya adalah masyarakat yang memiliki kesempatan untuk maju. "Semuanya punya hak politik yang sama," ujarnya.
      
Menurut Zulkifli, latar belakang tidak perlu menjadi faktor utama. Hal yang terpenting adalah bagaimana calon itu bisa memberikan kontribusi kepada daerah, apabila terpilih nantinya.

"Yang penting memiliki wawasan kebangsaan. Nantinya dia bisa membangun kepada semua wilayah, tidak hanya yang memilihnya saja, tapi juga wilayah pendukung calon lain. Artinya, tidak membeda-bedakan," ujarnya.


Penulis: bay/byu/and/jpnn
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments