Rabu, 25 November 2020

Ekonomi Jambi Melambat, Hanya Tumbuh 5,6 Persen di Semester 1 2015


Kamis, 06 Agustus 2015 | 11:04:10 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI - Perekonomian Provinsi Jambi untuk semester I tahun 2015 tumbuh sebesar 5,6 persen. Pertumbuhan ekonomi triwulan ke II ini meningkat 1,5 persen dibandingkan triwulan I tahun 2015, namun melambat jika dibandingkan dengan triwulan pertama tahun 2014 lalu.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Yos Rusdiansyah, mengatakan melambatnya ekonomi Jambi ini disebabkan pengaruh ekonomi global yang juga melambat. 'Ditambah lagi serapan anggaran di pemerintahan yang belum maksimal,” ujarnya.

Lebih lanjut Yos mengatakan, negara-negara yang mengalami perlambatan ekonomi adalah Amerika Serikat, China, dan Singapura.

Dikatakannya lagi, pertumbuhan ekonomi hanya terjadi di sejumlah sektor pada lapangan usaha, perdagangan besar, dan eceran. Contohnya, kata Yos, reparasi mobil dan sepeda motor yang mengalami pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 14,5 persen, diikuti oleh informasi dan komunikasi sebesar 11,3 persen serta jasa pendidikan sebesar 10,3 persen.

Namun secara umum, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi semester I-2015 yang tertinggi terjadi pada pertanian, kehutanan, dan perikanan, yang mencapai 1,9 persen, diikuti perdagangan besar dan eceran seperti reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 1,2 persen, serta pertambangan dan penggalian sebesar 0,6 persen.

Lebih lanjut Yos mengatakan, perlambatan pertumbuhan ekonomi ini juga turut berpengaruh pada komoditas beras, jagung, dan gandum.

Sementara itu Kepala Bidang Neraca dan Analisis Statistik, Popi, mengatakan masih rendahnya serapan anggaran di pemerintahanl tersebut dikarenakan adanya perubahan nomenklatur pada struktur organisasi di beberapa kementerian.

Sehingga hal itu berpengaruh pada perubahan, baik dari sisi anggaran maupun alur pencairan. Selain itu, faktor lain adalah masih banyak petugas administrasi di pemerintahan yang belum banyak menguasai tentang sistem pelayanan digital.

“Karena sudah eranya digitalisasi, kadang ada yang belum paham, sehingga sering itu menjadi penghambat. Sebab, sering terjadi kesalahan,” sebutnya.

Ia menambahkan, seharusnya serapan anggaran di pemerintahan hingga semester I 2015 sudah mencapai 30 persen lebih, namun hingga kini beru mencapai 21 persen.


Penulis: Hendro
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments