Rabu, 11 Desember 2019

APBD Provinsi Defisit Rp 33 Miliar


Sabtu, 08 Agustus 2015 | 10:47:37 WIB


Pj Gubernur H Irman Menyampaikan penyampaian sidang
Pj Gubernur H Irman Menyampaikan penyampaian sidang / Anton

JAMBI - Target Pendapatan Daerah Provinsi Jambi mengalami penurunan sebesar Rp 33,605 miliar atau menurun 1,02 persen. Sebelumnya, targetnya adalah Rp 3,293 triliun pada APBD Induk tahun anggaran 2015, namun turun menjadi Rp 3,260 triliun pada APBD Perubahan tahun anggaran 2015.

Pejabat Gubernur Jambi, H Irman, mengatakan jumlah penurunan pendapatan sebesar Rp 221,818 miliar terdiri dari komponen dana perimbangan yang bersumber dari dana bagi hasil pajak atau bukan pajak sebesar Rp 205,001 miliar, atau dari target Rp 665,442 miliar menjadi Rp 460,441 miliar.

"Serta penurunan pada komponen PAD yang bersumber dari hasil pengolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp 16,817 miliar dari target Rp 50,020 miliar menjadi Rp 33,203 miliar," sebut Irman.

Selanjutnya, sumber pendapatan lainnya meningkat dari target Rp 188,212 miliar sehingga secara keseluruhan pendapatan daerah tahun anggatan 2015 mengalami defisit sejumlah Rp 33,605 miliar.

Untuk belanja daerah, saat ini mengalami peningkatan sebesar Rp 221,010 miliar atau 6,29 persen. Dimana belanja daerah APBD induk tahun anggaran 2015 diangggarkan Rp 3,513 triliun, meningkat jadi Rp 3,734 triliun pada APBD 2015.

Disampaikan Irman, peningkatan terbesar belanja tidak langsung tersebut terdapat pada belanja hibah yang peruntukannya dialokasikan untuk anggaran hibah Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan hibah untuk penyelenggaraan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2015.

Sementara itu untuk belanja langsung meningkat dari Rp 1,742 triliun menjadi Rp 1,831 triliun, atau meningkat sebesar 5,11 persen, dengan alokasi terbesar dianggarkan untuk belanja bidang kesehatan yang mencapai Ro 56,056 miliar setara dengan 62,25 persen.

"Dari total belanja langsung pada APBD perubahan total anggaran 2015, bahwa proporsi alokasi untuk belanja urusan wajib mencapai Rp 1,687 triliun setara 92,14 persen," jelasnya.

Alokasi terbesar dianggarkan untuk belanja bidang pekerjaan umum sebesar Rp 760,872 miliar, untuk belanja bidang kesehatan Rp 283,986 miliar, dan belanja fungsi pendidikan sebesar Rp 304,389 miliar.

"Sesuai Permendagri Nomor 37 tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2015, dinyatakan belanja BOS (Belanja Operasional Sekolah) merupakan dari belanja fungsi pendidikan," katanya.

Lebih lanjut Irman menjelaskan, untuk pembiayaan APBD perubahan tahun anggaran 2015, mengacu pada hasil pemeriksaan BPK RI Perwakilan Provinsi Jambi atas laporan pertanggungjawaban pelakasana APBD 2014 diperoleh SILPA sejumlah Rp 474,526 miliar.

"Sehingga SILPA yang tersedia pada APBD Perubahan anggaran 2015  sebesar Rp 254,616 miliar yang digunakan untuk menutup defisit pada APBD perubahan tahun anggaran 2015," pungkasnya.


Penulis: Hendro
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments