Minggu, 29 November 2020

Akibat Harga Anjlok, Puluhan Perusahaan Batubara Bangkrut


Jumat, 07 Agustus 2015 | 10:44:03 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Hardiyansyah

JAMBI – Anjloknya harga batubara dunia berimbas besar pada keberadaan sejumlah perusahaan batubara di Jambi. Bahkan saat ini puluhan perusahaan batubara di Jambi tidak lagi beroperasi karena mengalami kebangkrutan.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jambi, Gamal Husin, mengatakan semula ada 77 perusahaan batubara yang dinyatakan clean and clear sehingga bisa beroperasi di Jambi. Tapi kini, tinggal 11 perusahaan saja yang masih beroperasi.

"Hanya 11 perusahaan yang beroperasi, itu karena perusahaannya memiliki market yang jelas, seperti untuk suplai PLTU maupun PLTG. Yang lainnya sudah tutup," ungkap Gamal.

"Harga anjlok hingga kisaran Rp 300 ribu per ton. Jadi wajar mereka (perusahaan batubara, red) tutup," ujarnya lagi.

Ditambahkan Gamal, banyaknya perusahaan batubara yang tidak lagi beroperasi juga berimbas pada royalti yang diterima Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, yang biasanya bisa mencapai Rp 86 miliar per tahun.

"Biasanya kita dapat Rp 86 miliar per tahun. Sekarang maksimalnya paling-paling Rp 20 miliar hingga Rp 30 miliar," pungkasnya.


Penulis: Anton
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments