Rabu, 24 Juli 2019

Penjualan Karet akan Gunakan Sistem Lelang


Sabtu, 15 Agustus 2015 | 21:32:10 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI - Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jambi bekerjasama dengan Disperindag Provinsi Jambi akan melakukan pembinaan terhadap masyarakat dengan membuat 31 sarana bahan olah karet (bokar) melalui kelompok tani. Bokar sendiri merupakan penjualan dengan sistem lelang terhadap perusahaan.

Kepala Disbun Provinsi Jambi, Budidaya, mengatakan langkah ini dilakukan untuk mendongkrak harga karet yang saat ini selalu mengalami penurunan. Menurut Budidaya, menurunnya harga karet secara global ini dipengaruhi oleh negara-negara penghasil karet yang tidak termasuk dalam keanggotaan ITS, seperti Vietnam dan Jerman.

Disebutkannya, negara-negara tersebut memproduksi karet secara besar-besaran sehingga berpengaruh terhadap harga. "Sedangkan untuk anggota penghasil produksi karet terbesar yang masuk dalam keanggotaan adalah Indonesia, Thailand, dan Malaysia," katanya.

Sementara itu untuk harga karet sendiri, yang indikasi kadar karet keringnya mencapai 100 persen, bisa mencapai Rp 14.600 per kilogram. Namun saat ini harga beli karet di masyarakat, khususnya petani, jauh merosot hanya Rp 4.500-Rp 6.000 per kilogram.

"Harga karet sendiri saat ini sangat fluaktif," tandasnya.



Penulis: Hendro
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments