Selasa, 25 Februari 2020

Baru Diajukan, Ranperda Penambahan Penyertaan Modal untuk PDAM Menuai Protes


Rabu, 19 Agustus 2015 | 14:28:49 WIB


Suasana sidang paripurna yang digelar DPRD Sarolangun
Suasana sidang paripurna yang digelar DPRD Sarolangun / Luncai Hendri

SAROLANGUN - DPRD Kabupaten Sarolangun siang ini, Rabu (19/8), menggelar paripurna yang salah satunya membahas soal usulan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Penambahan Penyertaan Modal Pemkab Sarolangun ke PDAM Tirta Sako Batuah.

Namun baru saja diajukan, Ranperda tersebut sudah menuai protes dari sejumlah anggota dewan. Protes disampaikan sejumlah anggota dewan sebelum nota dari Bupati Sarolangun, Cek Endra, dibacakan oleh Wakil Bupati Sarolangun, Pahrul Rozi.

Pantauan Metrojambi.com, salah satu yang menjadi pertanyaan anggota dewan adalah soal proses pengajuan. Pasalnya, sudah mendapat teguran dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI karena penyertaan modal kepada PDAM Tirta Sako Batuah menyalahi aturan karena tidak ada payung hukum.

"Saya bukan tidak sepakat dengan Ranperda untuk penyertaan modal dengan PDAM. Tapi harus lewati proses, jangan jadi masalah di kemudian hari," kata Arafik, anggota DPRD Sarolangun dari Fraksi PKB.

Selain Arafik, protes juga disampaikan Tantowi Jauhari dari Fraksi Golkar. Ia juga mempertanyakan masalah pengajuan Ranperda tersebut.

Menanggapi adanya protes tersebut, Ketua DPRD Sarolangun, M Syaihu, menskor pripurna. Kemudian Bagian Hukum Pemkab Sarolangun diminta untuk menjelaskan kepada dewan secara terpisah, di ruangan yang berada di belakang ruang paripurna.


Penulis: Luncai Hendri
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments