Selasa, 26 Oktober 2021

Lippo Mall Dituding Abaikan Peringatan BPMPPT

Senin, 24 Agustus 2015 | 11:03:21 WIB


BERMASALAH; Lippo Mall yang sudah dibangun di Talangbanjar tak bisa memiliki Amdal. Dua kali diajukan, namun tetap ditolak KPA.
BERMASALAH; Lippo Mall yang sudah dibangun di Talangbanjar tak bisa memiliki Amdal. Dua kali diajukan, namun tetap ditolak KPA. / Amril Hidayat

JAMBI – Tudingan miring terus dialamatkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terhadap pihak Lippo Mall, terkait kisruh pengurusan Amdal, yang kini bergulir hingga gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jambi.

Jika sebelumnya Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Jambi menyebut pengembang mall sudah diperingatkan untuk menghentikan pembangunan dan mengurus Amdal, kini tudingan miring juga disampaikan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kota Jambi.

Kepala BPMPPT Kota Jambi, Fahmi Sabki, mengatakan jauh sebelum BLH Kota Jambi mengeluarkan surat untuk menghentikan pembangunan, pihaknya sudah lebih dulu mengeluarkan surat peringatan. Disebutkan Fahmi, pihaknya sudah mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sementara tertanggal 29 Agustus 2014.

Namun Fahmi menegaskan, IMB sementara bukan berarti memperbolehkan untuk melaksanakan pembangunan. "Izin sementara itu untuk persiapan, seperti pemagaran atau pendirian kantor sementara di lokasi. Bukan untuk membangun," kata Fahmi.

Ketika mengeluarkan IMB sementara, lanjut Fahmi, ada pernyataan dari pihak Lippo Mall yang akan menghentikan kegiatan apabila dalam tiga bulan pihaknya belum mengantongi izin lain seperti Amdal. Namun ternyata, sambungnya, lebih dari tiga bulan pengembang belum kunjung mendapatkan izin yang dimaksud.

Akhirnya, kata Fahmi, BPMPPT mengeluarkan surat meminta menghentikan kegiatan. "Kami surati tanggal 8 Desember 2014," ujarnya.

Hanya saja, lanjut Fahmi, surat tersebut diabaikan oleh pengusaha yang bersangkutan. Ketika ditanyakan kenapa tidak dilanjutkan dengan melayangkan surat berikutnya? Fahmi menyebutkan, pihaknya tidak lagi menyurati karena di Januari 2015, BLH Kota Jambi juga melayangkan surat meminta menghentikan pembangunan.

"Kita lihat BLH juga sudah surati, ya kita tak lagi menyurati," tandasnya.


Penulis: Amril Hidayat
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments