Jumat, 18 September 2020

Target BPJS: Bangun 100 Ribu Rumah Pekerja


Kamis, 23 Juli 2015 | 14:32:22 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

BPJS Ketenagakerjaan akan memperbesar portofolio investasi di bidang properti. Perseroan akan meningkatkan batas maksimal investasi properti yang saat ini 5% menjadi 30%.

Dengan dana itu, rencananya dipakai untuk membangun 80 ribu – 100 ribu rumah. Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn Masyassya menuturkan, perseroan akan menggandeng pihak ketiga untuk menggarap proyek itu.

“Kami akan alokasikan sampai 30% untuk investasi di properti, khususnya rumah pekerja. Dengan target membangun 80 ribu sampai 100 ribu tahun ini bekerja sama juga dengan pihak ketiga: developer, perbankan, dan BUMN,” kata Elvyn seperti ditulis Liputan6.com.

Untuk itu, BPJS Ketenagakerjaan sedang menunggu adanya revisi kerangka regulasi. “Sekarang 5%. Tapi terserah di PP Nomor 99. Itu juga lagi revisi dan insya Allah bulan ini keluar 30%. Perumahan pegawai yang jadi peserta BPJS kalau bukan peserta nggak dapat,” ujarnya.

Sebagai informasi, total imbal hasil investasi BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp10,09 triliun pada semester I 2015 naik dari periode yang tahun lalu Rp9,29 triliun. Angka itu ditopang oleh kenaikan imbal dari deposito yang naik dari Rp2,08 triliun menjadi Rp2,55 trliun. Lalu, reksadana dari Rp390 miliar menjadi Rp770 miliar.

Surat utang meningkat dari Rp3,31 triliun menjadi Rp3,99 triliun. Sektor properti melesat dari Rp59 miliar menjadi Rp73 miliar. Namun untuk portolio penyerataan turun tipis dari Rp2 miliar menjadi Rp1 miliar. Imbal hasil saham juga turun dari Rp3,44 triliun pada semester I 2014 menjadi Rp2,7 triliun pada semester I 2015.

Direktur Investasi BPJS Ketenagakerjaan Jefry Haryadi mengungkapkan, turunnya imbal hasil investasi saham karena sentimen dari global. Namun demikian, diharapkan akan kembali pulih mengingat secara fundamental perekonomian masih baik.

“Kalau koreksi sentimen saja, bukan karena fundamental,” kata dia.

Dia juga mengungkapkan, imbal hasil tersebut bukanlah hilang. Melainkan, hanya terkoreksi sementara saja dan diharapkan membaik sampai akhir tahun.

“Itu bukanlah lost. Lost kalau kita jual saat ini. Kita akan tunggu menurut perkiraan analisis di level cukup menggembirakan akhir tahun,” tutupnya.


Penulis: Anto Erawan
Editor: Ikbal Ferdiyal
Sumber: rumah.com

TAGS:


comments