Rabu, 19 Februari 2020

KemenPUPR Dukung Penerbitan Surat Pembiayaan Sekunder Perumahan


Jumat, 14 Agustus 2015 | 15:02:10 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAKARTA-Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), Maurin Sitorus, mendukung penerbitan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi (EBA – SP) yang dikeluarkan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) sebagai salah satu sumber pembiayaan sekunder perumahan.

“Saya mengajak semua investor untuk aktif berperan di EBA – SP sebagai salah satu sumber pembiayaan sekunder perumahan. Dengan berinvestasi di EBA – SP berarti emberikan pahala dalam mendukung pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah," kata Maurin, Rabu (12/8).

Dia menambahkan, setiap tahun kebutuhan rumah mencapai 800 ribu unit, baik itu disebabkan penambahan penduduk maupun urbanisasi. Sementara‎ backlog perumahan mencapai 13, 5 juta unit dan rumah tidak layak huni mencapai 3,5 juta unit.

Direktur Utama PT SMF, Raharjo Adisusanto mengatakan, EBA – SP sebagai diversifikasi sumber pembiayaan perumahan dan peluang investasi bagi investor.

“EBA – SP merupakan kado istimewa yang diberikan oleh Otoritas Jasa Keuangan kepada PT. SMF sebagai perusahaan pembiayaan sekunder perumahan satunya – satunya di Indonesia dan berhak melakukan sekuritisasi dengan menggunakan EBA – SP dimana kami sebagai penerbitnya," ungkap Raharjo.

PT SMF, imbuh Raharjo Adisusanto, merupakan BUMN yang berhak melakukan sekuritisasi pertama kali di Indonesia yaitu sekuritisasi atas tagihan Bank BTN sebagai mitra kerja.

“Kami dari awal berperan sebagai penata sekuritisasi yang melakukan penstrukturan dan pengecekan full aset atau tagihan KPR yang akan dijual dan memilih yang sangat baik karena kami mendapatkan tugas dan arahan dari Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia untuk menjaga agar sekuritisasi di Indonesia dalam hal ini sekuritisasi tagihan KPR bisa aman sampai lunas. Untuk itu, tugas dan tanggung jawab ini kami jaga dengan benar," tegas Raharjo.


Penulis: esy/jpnn
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments