Kamis, 14 November 2019

Ihsan Minta Penanganan Asap di Jambi Lebih Maksimal


Kamis, 10 September 2015 | 22:00:59 WIB


Ihsan Yunus saat bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya.
Ihsan Yunus saat bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya. / Jay

JAMBI - Anggota Komisi VI DPR RI, Ihsan Yunus, meminta penanganan kabut asap di Jambi dilakukan dengan maksimal, menyeluruh, dan langsung menyelesaikan akar permasalahannya. Jika tidak, maka kejadian ini akan tetap menjadi bencana rutin bagi masyarakat Provinsi Jambi.

“Kami meminta penambahan helikopter water bombing, penambahan dana operasional, memaksimalkan penanganan kesehatan, dan penindakan tegas terhadap pihak-pihak yang melakukan pembakaran lahan secara sengaja,” kata Ihsan saat pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, di Gedung Manggala Wanabhakti, Jakarta, Selasa (8/9) Lalu.

Agar bencana ini tidak terjadi lagi di masa mendatang, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini meminta agar pemerintah melalui jaringannya untuk lebih proaktif menjaga lingkungan, terutama hutan. Serta tidak lagi mengeluarkan izin perusahaan perkebunan kelapa sawit yang baru Jambi.

politisi asa; Jambi ini juga meminta kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, merespon langsung permasalahan ini. Selain itu, Ihsan juga meminta agar diberikan sanksi tegas dan berat terhadap pelaku pembakaran hutan maupun lahan, agar ada efek jera sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Pelaku pembakaran hutan dan otaknya harus dihukum seberat-beratnya, karena sudah menyengsarakan banyak orang,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya, yang juga kepala satgas pengendalian nasional operasi darurat penanganan kebakaran lahan hutan didampingi wakilnya Kepala BNPB, mengatakan bahwa sejak di-SK-kan tanggap darurat, semua bantuan dari BNPB deras datang ke Jambi, baik dalam bentuk dana operasional maupun barang.


Penulis: Jay
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments