Kamis, 1 Oktober 2020

Pertumbuhan Ekonomi Jambi Melambat


Jumat, 28 Agustus 2015 | 10:34:06 WIB


Ilustrasi
Ilustrasi / Istimewa

JAMBI - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jambi menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi triwulan II 2015 melambat, yakni sebesar 5,2 persen (yoy) dibandingkan triwulan I yang mencapai 5,9 persen (yoy). Namun pertumbuhan ekonomi Jambi triwulan II itu lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional triwulan II yang hanya 4,67 persen (yoy).

Deputi Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jambi, Meily Ika Permata, mengatakan sektor jasa informasi dan komunikasi mencatat pertumbuhan triwulan tertinggi yakni 5,2 persen (qtq), disusul sektor kontruksi sebesar 3,2 persen (qtq). Kemudian sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 3,9 persen (qtq).

"Namun pada sektor jasa keuangan justru -3,9 persen (qtq), serta relatif rendahnya pertumbuhan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang hanya 1,7 persen (qtq) menjadi faktor penahan laju pertumbuhan ekonomi di Jambi," sebut Meily.

Dikatakannya lagi, dari struktur perekonomian Jambi pada triwulan II 2015 menunjukkan bahwa sektor primer masih menjadi penyumbang terbesar PDRB Provinsi Jambi, yaitu 49,61 persen. Diikuti sektor jasa-jasa (tersier) sebesar 38,26 persen dan sektor sekunder sebesar 12,13 persen.

Sedangkan sektor yang mengalami pertumbuhan cukup tinggi pada triwulan II adalah sektor perdagangan besar, eceran, reparasi mobil dan sepeda motor yang mencapai 14.7 persen (yoy).

Kemudian sektor informasi dan komunikasi sebesar 13,4 persen (yoy), sektor pengadaan listrik dan gas sebesar 9.9 persen (yoy), sektor kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 9,7 persen (yoy) dan sektor jasa pendidikan 9,5 persen (yoy).

Dari sisi penggunaan, kata Meily, kenaikan ekspor sebesar 11,93 persen (yoy) di triwulan II memberikan andil sebesar 8,05 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi. Disusul kenaikan konsumsi rumah tangga sebesar 4,31 persen (yoy) yang memberikan andil sebesar 1,88 persen (yoy).

"Namun pembentukan modal tetap domestik bruto (PMTDB) atau investasi yang terkontraksi 5,03 persen (yoy) dan konsumsi pemerintah yang terkontraksi sebesar 1,85 persen (yoy) membuat pertumbuhan ekonomi Jambi tidak setinggi triwulan sebelumnya," katanya.

Dari sisi lapangan usaha, lanjutnya, sumber utama pertumbuhan ekonomi Jambi pada triwulan II adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi 1,7 persen (qtq).

Selanjutnya sektor perdagangan besar, eceran, reparasi mobil dan motor sebesar 1,3 persen (qtq). Pertumbuhan di sektor ini didorong oleh pertumbuhan konsumsi awal bulan puasa.


Penulis: Hendro
Editor: Ikbal Ferdiyal


TAGS:


comments